Wanita Hamil Tua yang Diracun Suami di Semarang Sudah Kembali ke Rumah, Polisi Beri Bantuan

Donny Marendra ยท Senin, 11 November 2019 - 18:41 WIB
Wanita Hamil Tua yang Diracun Suami di Semarang Sudah Kembali ke Rumah, Polisi Beri Bantuan

Kapolsek Semarang Timur, Iptu Agil Widyas Sampurno mengobrol dengan Pujiati dan bayinya yang selamat usai diracun suaminya di Semarang. (Foto: iNews.id/Donny Marendra)

SEMARANG, iNews.id – Pujiati (36) dan bayi perempuannya sudah diperbolehkan keluar dari rumah sakit lantaran kondisi keduanya sudah sehat. Polisi juga memberikan bantuan modal untuk membuka warung kecil-kecilan.

Kapolsek Semarang Timur, Iptu Agil Widyas Sampurno bersama sejumlah anggota awalnya mendatangi Rumah Sakit Pantiwilasa Citarum, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (11/11/2019), namun Pujiati dan bayinya sudah keluar. Rombongan lantas menemui keduanya di bawah Jembatan Citarum, tempat ibu paruh baya itu biasa berkumpul dengan rekannya.

Agil dan Pujiati lantas terlibat perbincangan dengan ditemani rekan yang lain. Menurut Agil kondisi Pujiati dan bayinya sudah sehat.

“Pujiati juga ingin bisa keluar dari dunia prostitusi dan ingin buka warung, tidak lagi menjadi PSK,” kata Agil, Senin (11/11/2019).

BACA JUGA: Motif Cemburu, Suami Racuni Istri yang Hamil 8 Bulan di Semarang

Sebelumnya, Pujiati yang berprofesi sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) diracun suaminya, Agus Suwito, dengan racun tikus. Padahal korban tengah hamil delapan bulan.

Pelaku tega meracuni istrinya karena cemburu, Pujiati hamil dari laki-laki lain yang menjadi langganannya. Profesi korban sebagai PSK sudah diketahui pelaku yang sehari-harinya menjadi pengemis.

Pelaku dan korban bertemu di sebuah warung makan di Jalan Barito, Semarang. Saat itu, pelaku menyodorkan minuman dingin yang sudah dicampur racun tikus.

Tak curiga, korban lantas meminumnya. Selanjutnya korban mual, muntah dan kejang. Warga lantas membawanya ke rumah sakit.

BACA JUGA: Kesal Masakan Dihina, Istri Racuni Suami dan Keluarganya hingga Tewas

Akibat racun tersebut, korban harus menjalani operasi sesar agar keduanya selamat.

Pujiati mengaku suaminya tersebut sering berbuat kasar. Bahkan pelaku sempat melontarkan ancaman akan membunuh keduanya saat bayi tersebut lahir.

“Saya bahkan sudah pernah dicekik,” katanya.

Korban mengaku tidak menaruh dendam kepada suami yang tega meracuninya. Namun polisi tetap memproses pelaku sesuai hukum yang berlaku.

Saat ini, korban tinggal bersama saudaranya di kampung nelayan Tambaklorok, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang. Polisi juga membantu kehidupan Pujiati dengan memberikan modal untuk membuka warung kecil-kecilan sehingga dapat keluar dari dunia prostitusi.


Editor : Umaya Khusniah