Warga Kendal Antre Berjam-jam Demi Sebungkus Nasi Suro Sunan Benowo

Eddie Prayitno ยท Jumat, 12 Oktober 2018 - 01:11 WIB
Warga Kendal Antre Berjam-jam Demi Sebungkus Nasi Suro Sunan Benowo

Ribuan orang berebut berkah dari sebungkus nasi suro haul Sunan Abinowo di Kendal, Jateng. (Foto: iNews.id/Eddie Prayitno)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

KENDAL, iNews.id - Ribuan orang dari sejumlah daerah di Kabupaten Kendal saling berdesak-desakan demi bisa mendapatkan sebungkus nasi suro dalam peringatan haul Sunan Abinowo atau Benowo di Desa Pekuncen, Kecamatan Pegandon, Kendal, Jawa Tengah, Kamis (11/10/2018).

Warga sudah mendatangi lokasi haul sejak pagi untuk menunggu pembagian nasi suro. Padahal, nasi suro itu baru dibagikan jelang salat zuhur seusai pengajian. Sejumlah petugas keamanan disiapkan untuk mengantisipasi keributan saat pembagian nasi. Selesai didoakan oleh ulama, ribuan warga ini mulai merangsek ke depan lokasi pembagian nasi. Aksi saling dorong dan berebut pun tidak dapat dihindarkan. Panitia menyiapkan 10.000 bungkus nasi yang berisi lauk mi dan sambal goreng.

Akibatnya, banyak ibu-ibu yang terjepit dan terdorong warga lainnya yang ingin mendapatkan nasi bungkus. Suasana pun berubah menjadi ricuh karena warga yang berada di barisan belakang merangsek ke depan dan saling dorong sehingga warga yang berada di depan terjepit.

Wahyuni, warga Pekuncen mengaku rela berdesakan dan saling berebut nasi suro demi mengalap berkah. Menurut Wahyuni, nasi bungkus yang didapat akan dikeringkan untuk kemudian ditebar di sawah agar hasil panen melimpah. “Nasi ini sebagian saya makan dan sebagian lagi dikeringkan untuk ditebar di sawah supaya dapat berkah,” katanya.



Panitia Haul Sunan Abinowo, Zaenuri mengatakan, ada 10.000 nasi bungkus sumbangan dari warga yang disiapkan panitia. Jumlah itu habis dalam waktu kurang dari 10 menit. “Kami kewalahan menahan warga yang saling berebut dan meminta jatah nasi bungkus,” ucapnya.

Selain mengalap berkah dari nasi suro, warga juga berziarah ke makam Sunan Abinowo. Mereka juga membawa air dari guci peningggalan Sunan Abinowo dengan botol bekas air mineral. Konon air itu tidak pernah habis meski musim kemarau panjang sekali pun.


Editor : Kastolani Marzuki