1 Tewas dan 4 Dirawat Usai Santap Rawon di Acara Halalbihalal di Mojokerto

Ihya' Ulumuddin, Sholahudin ยท Senin, 10 Juni 2019 - 15:41 WIB
1 Tewas dan 4 Dirawat Usai Santap Rawon di Acara Halalbihalal di Mojokerto

Empat pasien menjalani perawatan intensif di UGD RS Sakinah Mojokerto, Senin (10/6/2019). Mereka dilarikan ke rumah sakit karena diduga keracunan, Sabtu (8/6/2019) lalu. (Foto: iNews/Sholahudin)

MOJOKERTO, iNews.id – Seorang warga Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon Kota Mojokerto, Jawa Timur (Jatim), Wagimin (60), tewas setelah menyantap menu rawon di acara halalbihalal sebuah perusahaan sepatu. Sementara empat lainnya harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Dua hari lalu, lima orang yang masih satu keluarga ini dilarikan ke RS Sakinah, Kota Mojokerto setelah mengalami mual dan pusing sepulang dari acara halalbihalal. Mereka antara lain Nova Anggraini (36); Heri (53); Mastiah (58); Jumaatin (60) dan Wagimin (60).

Empat orang pulih dan diperbolehkan pulang setelah mendapat perawatan itensif di rumah sakit. Namun, nahas bagi Wagimin, pria 60 tahun ini tewas. Nyawa kakek ini tidak tertolong, kendati telah mendapat penanganan serius.


BACA JUGA: 254 Warga Keracunan Massal Usai Buka Puasa Bersama di Kapuas Kalteng


Belum diketahui pasti penyebab insiden yang menimpa satu anggota keluarga ini. Namun, kuat dugaan, mereka mengalami keracunan usai menyantap rawon di acara halalbihalal itu.

Heri, salah seorang korban, mengatakan, dua hari lalu, dia bersama empat orang keluarganya datang memenuhi undangan halalbihalal perusahaan sepatu. Di acara tersebut, mereka menyantap menu rawon yang disiapkan si empunya acara. Namun, tak lama berselang mereka mengalami mual dan pusing.

“Sepertinya keracunan. Sebab, tiba-tiba perut mual dan sakit. Mata kami mbliur (berkunang-kunang) kepala juga pusing. Beberpa kali kami juga muntah dan diare. Karena takut kenapa-kenapa kami ke rumah sakit dan diinfus,” katanya.


BACA JUGA: Keracunan Massal Sambal Ayam Kremes di Wonogiri, 93 Dirawat dan 1 Meninggal


Kepala UGD RS Sakinah dr Fitrua Intan Beladina membenarkan kejadian tersebut. Pagi tadi empat orang datang bersamaan dengan keluhan sama. Untuk menghindari sakit berkepanjangan, pihaknya pun memberikan tindakan medis berupa infus.

“Untuk mencegah dehidrasi dan mual, kami juga berikan infus dan obat antimual. Menengani penyebabnya, masih kami telaah. Bisa saja karena keracunan, tetapi, kami masih mencari tahu. Kalau Pengakuan mereka (pasien) memang karena efek mengonsumsi makanan,” katanya.


Editor : Maria Christina