1 Warga di Jember Tewas saat Gempa 6,3 SR Mengguncang Situbondo

Antara ยท Kamis, 11 Oktober 2018 - 21:06 WIB
1 Warga di Jember Tewas saat Gempa 6,3 SR Mengguncang Situbondo

Warga di Probolinggo saat membersihkan puing bangunan rumah yang roboh akibat gempa. (Foto: iNews/Hana Purwadi)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

JEMBER, iNews.id - Satu warga Jember tewas saat gempa bumi berkekuatan 6,3 skala richter (SR) mengguncang Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Kamis (11/10/2018). Korban tewas karena terjatuh saat lari keluar rumah ketika gempa terjadi.

Data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalop) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember menyebutkan, korban gempa bumi yang meninggal dunia itu atas nama Suyitno (47), warga Dusun Krajan, Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger, Jember.

"Korban lari keluar rumah saat terjadi gempa, namun terpeleset di pintu dan jatuh hingga kepalanya terbentur bangunan rumah yg terbuat dari semen," kata Kepala BPBD Jember, Rosyid Zakaria, Kamis (11/10/2018).

Menurutnya korban tidak sadarkan diri dan meninggal dunia di tempat. Namun korban sempat dibawa ke Puskesmas Puger untuk pemeriksaan lebih lanjut dan memastikan korban sudah tidak bernapas.

"Jenazah korban kemudian diantar ambulans Puskesmas Puger ke rumah duka, kemudian masyarakat dan perangkat Desa Mojomulyo melakukan pemulasaraan jenazah korban," tambahnya.

Rosyid berujar, jumlah rumah warga Jember yang rusak akibat gempa bumi di Situbondo terus bertambah. Data terbaru mencatat jumlah rumah warga yang rusak berat, sedang, dan ringan mencapai 22 unit yang tersebar di sejumlah kecamatan.

"Di Desa Lampeji, Kecamatan Mumbulsari terdata satu rumah rusak atas nama Bagimin (38), kemudian Desa Pondokrejo-Kecamatan Tempurejo terdata dua rumah rusak atas nama Julianto (36) dan Abdul Aziz (24)," lanjutnya.

BACA JUGA:

Update Korban Gempa Situbondo, 26 Orang Luka dan 246 Rumah Rusak

Gempa Rusak Sejumlah Rumah dan Fasilitas Umum di Jembrana Bali

210 Rumah Warga di Pulau Sapudi Madura Rusak akibat Gempa 6,4 SR


Kemudian di Desa Sukorambi-Kecamatan Sukorambi sebanyak enam rumah rusak atas nama Moh Ali (43), Saiful (25), Sabupa (68), Sugeng (49), Nirin (33), dan Tohari (33), serta satu musala rusak berat.

Selanjutnya, satu rumah di Desa Dukuhmencek-Kecamatan Sukorambi, dua rumah di Desa Karangpring-Kecamatan Sukorambi atas nama Mudei dan Dulla, satu rumah di Desa Klungkung-Kecamatan Sukorambi atas nama BUnasri, tiga rumah rusak sedang di Desa Sukorambi-Kecamatan Sukorambi atas nama Ahmad, Suparman, dan Sarukdin.

Sebanyak 11 rumah rusak di Kelurahan Kebonagung-Kecamatan Kaliwates atas nama Hasyim, Tui, Misla, Sugianto, Slamet Jasman, Jamhuri, Marhen, Wagito, Samhadi, Paiman, dan Parman, di Desa Darsono-Kecamatan Arjasa terdata satu rumah rusak sedang atas nama Sauri (45).

"Kami terus melakukan pendataan terhadap rumah warga yang terdampak gempa bumi Situbondo yang berada di beberapa kecamatan di Jember. Hingga kini rumah warga yang terdampak mencapai 22 lokasi yang tesebar di tujuh kecamatan," ujarnya.

Berdasarkan informasi BMKG, gempa bumi dengan kekuatan 6,4 SR yang dimutakhirkan menjadi 6,3 SR terjadi pada Kamis pukul 01.44 WIB dengan koordinat 7,47 LS dan 114,47 BT dengan kedalaman 10 kilometer dan tidak berpotensi terjadi tsunami.

Tiga orang dilaporkan tewas sementara puluhan lainnya luka-luka. Dengan bertambahnya korban tewas asal Jember ini, total ada empat korban meninggal dunia dalam musibah gempa bumi yang melanda wilayah Jatim dan Bali itu. 


Editor : Himas Puspito Putra