100-an Korban Keracunan Massal di Nganjuk Masih Menjalani Perawatan

Mukhtar Bagus ยท Sabtu, 08 Desember 2018 - 11:11 WIB
100-an Korban Keracunan Massal di Nganjuk Masih Menjalani Perawatan

Seorang anak yang menjadi korban dugaan keracunan saat beristirahat di bangsal RSUD Nganjuk, Sabtu (8/12/2018). (Foto: iNews/Mukhtar Bagus)

NGANJUK, iNews.id – Memasuki hari kedua, jumlah korban dugaan keracunan terus bertambah dan diperkirakan mencapai lebih dari 100-an. Para pasien ini menjalani perawatan intensif di berbagai rumah sakit di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur (Jatim). Seperti di RSUD Nganjuk, RS Islam, RS Bhayangkara, Puskesmas Berbek dan Ngetos, maupun yang menjalani rawat jalan di rumah.

Pantauan iNews, korban dugaan keracunan massal asal Desa dan Kecamatan Ngetos masih memenuhi sejumlah ruang perawatan di RSUD Nganjuk, Sabtu (8/12/2018). Meski sudah sedikit membaik, namun kondisi pasien secara umum masih merasakan pusing. Pihak rumah sakit juga telah memperpanjang masa perawatan mereka antara satu hingga dua hari ke depan.

Kabid Keperawatan RSUD Nganjuk Didik Priyanto mengatakan, hingga saat ini belum ada satu pun korban yang diizinkan pulang. Bahkan jumlah yang datang terus bertambah.

"Belum ada pasien yang kami izinkan pulang, semua masih dirawat dan menunggu pekembangan kesehatan selama satu hingga dua hari ini,” kata Didik, Sabtu (8/12/2018).


BACA JUGA:

Santap Sajian Akikah, Sumanto Jadi Korban Keracunan Massal

Kasus Keracunan Massal di Nganjuk, Pemkab Tetapkan Status KLB


Jumlah korban keracunan hingga saat ini diperkirakan sudah mencapai lebih dari 100-an orang. Bahkan dibandingkan sebelumnya, pasien di RSUD Nganjuk telah bertambah 11 orang. “Sampai pagi ini sudah ada 63 pasien yang kami rawat. Semula hanya 52 orang,” ujarnya.

Diketahui, ratusan warga Desa Ngetos, Kabupaten Nganjuk diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap hidangan acara aqiqah di salah satu hajatan rumah warga setempat. Karena banyaknya jumlah korban yang mencapai lebih dari 100-an orang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk menetapkan peristiwa tersebut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Kami sudah diberitahukan untuk biaya perawatan pasien dugaan keracuan di rumah sakit ini gratis dan ditanggung pemerintah,” ujar Yuangga, anggota DPRD Nganjuk.


Editor : Donald Karouw