10 Tahun Menghilang, Danayanti Ternyata Ikut Jaringan Teroris

Mukhtar Bagus · Rabu, 16 Mei 2018 - 23:12 WIB

Ayah Danayanti, Usdiyono, saat ditemui di rumahnya, Desa Mlorah, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Jatim, Rabu (16/5/2018). (Foto: iNews/Mukhtar Bagus)

NGANJUK, iNews.id – Danayanti (34), salah satu terduga teroris yang ditangkap Tim Densus 88 Antiteror Polri di Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), ternyata seorang putri yang hilang dan sudah dicari-cari oleh keluarganya sejak 10 tahun lalu.

Begitu mendengar Danayanti tertangkap Densus 88, teroris di rumah kontrakannya di Urang Agung Sidoarjo, ayahnya Usdiyono mengaku terkejut. Usdiyono yang ditemui di rumahnya, Desa Mlorah, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Jatim, berharap putrinya tidak terlibat dalam jaringan teroris.

Usdiyono mengungkapkan, Danayanti adalah putrinya yang hilang sejak lama. Bahkan, dia sudah mencari dia ke mana-mana sejak 10 tahun lalu. Danayanti menghilang setelah lulus dari pesantren di Sidoarjo. “Saat itu, dia berpamitan mau sekolah mondok di Sidoarjo, cita-citanya kan mau jadi guru ngaji,” kata Usdiyono di Desa Mlorah, Rabu (16/5/2018).

Foto lama Danayanti yang masih disimpan ayahnya. (Foto: iNews/Mukhtar Bagus)


Namun setelah masa pendidikannya di pesantren selesai dan pamit hendak bekerja, Danayanti mendadak hilang dan tak pernah ada kabarnya. Kini, setelah mengetahui keberadaan putrinya, Usdiyono mengaku senang tapi juga sedih karena Danayanti ditangkap oleh Densus 88 dalam dugaan terkait dengan jaringan terorisme.

“Saya ya kaget. Selama ini kan ndak pernah ketemu, terus ada berita kalau anak saya itu ketemu. Ya saya itu, ya gimana gitu lho. Seakan-akan saya senang, saya susah, kan saya nyarinya sudah berapa tahun ndak ketemu, sampai ke dukun dukun,” kata Usdiyono.

Di hadapan perangkat desa dan aparat TNI yang menemuinya, Usdiyono berharap dalam pemeriksaan nanti Danayanti tidak terkait dengan jaringan terorisme. Usdiyono juga berharap putrinya bisa segera pulang kembali ke kampung halamannya di Nganjuk.


Editor : Maria Christina

KOMENTAR