Terduga Teroris di Probolinggo Diduga Terlibat Bom Surabaya-Sidoarjo

Antara · Kamis, 17 Mei 2018 - 10:05 WIB

Lokasi ledakan bom di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo. (Foto: iNews/Yoyok Agusta)

PROBOLINGGO, iNews.id - Tiga terduga teroris yang diamankan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri bersama jajaran Polres Kota Probolinggo diduga terlibat aksi teror bom di Kota Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur.

Sebelumnya, tim Densus 88 menggerebek tiga rumah berbeda di kawasan Perumahan Sumbertaman Indah, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (16/5/2018) malam hingga Kamis (17/5/2018) dini hari. Penggerebekan itu melibatkan puluhan personel Densus 88 dan Polresta Probolinggo.

"Tiga terduga teroris berjenis kelamin laki-laki yang diamankan berinisial F, S, dan H untuk dimintai keterangan lebih lanjut," kata Kapolresta Probolinggo, AKBP Alfian Nurrizal kepada sejumlah wartawan di Probolinggo, Kamis (17/5/2018).

Menurutnya tiga terduga teroris tersebut ditangkap tanpa perlawanan, sehingga tidak ada aksi kekerasan yang dilakukan untuk mengamankan mereka. Ketiganya diduga terlibat aksi teror bom di Surabaya dan Sidoarjo.

"Beberapa barang bukti yang diamankan di tiga lokasi rumah terduga teroris tersebut di antaranya senapan angin, satu busur panah, sebuah golok, sebuah parang, buku jihad, beberapa alat komunikasi dan beberapa rakitan elektronik," tuturnya.

Ketiga terduga teroris itu merupakan warga asli Kota Probolinggo berdasarkan data yang ditelusuri. Namun polisi masih belum bisa menyampaikan apakah ketiganya merupakan jaringan teroris mana, karena hal tersebut masih didalami oleh Mabes Polri.

"Setelah dibawa dari lokasi kejadian, ketiga terduga teroris itu sementara diamankan di Mapolresta Probolinggo. Selanjutnya akan dibawa ke Mabes Polri untuk pengembangan lebih lanjut," katanya.

Informasi di lapangan, petugas tidak menemukan bahan peledak di tiga rumah terduga teroris dan musala eksklusif yang berada di sekitar perumahan yang biasa digunakan oleh orang-orang tertentu.


Editor : Himas Puspito Putra

KOMENTAR