Pascapenangkapan 3 Terduga Teroris, Mapolres Probolinggo Dijaga Ketat

Hana Purwadi ยท Kamis, 17 Mei 2018 - 13:37 WIB
Pascapenangkapan 3 Terduga Teroris, Mapolres Probolinggo Dijaga Ketat

Polisi saat memeriksa pengunjung dan berjaga-jaga di Mapolsek Probolinggo. (Foto: iNews/Hana Purwadi)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

PROBOLINGGO, iNews.id – Radius 100 meter dari Markas Komando (Mako) Polres Probolinggo Kota dijaga ketat polisi bersenjata lengkap. Begitu pun di depan pintu masuk, setiap pengunjung diperiksa identitas dan barang bawaan.

Pengetatan pengamanan tersebut sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang dijalankan pascapenangkapan tiga terduga teroris di wilayah Probolinggo.

Pantauan iNews, pengawasan ketat di Mako Polres Probolinggo Kota dimulai dari ruas Jalan dr Saleh, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Sejumlah ruas jalan di sekitar lokasi juga dialihkan dengan dilakukan rekayasa lalu lintas untuk mencegah terjadinya penumpukan kendaraan dan kemacetan. Meski ada pengawasan super ketat, namun warga dihimbau untuk tidak panik dan beraktivitas seperti biasa.


BACA JUGA:

Densus 88 Gerebek Rumah Terduga Teroris di Probolinggo, 1 Ditangkap

Terduga Teroris di Probolinggo Diduga Terlibat Bom Surabaya-Sidoarjo


“Apabila ada petugas yang melakukan pengamanan, mohon masyarakat untuk bekerja sama. Pengetatan penjagaan ini untuk kewaspadaan dan memberi rasa aman bagi masyarakat,” Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Alvian Nurrizal, Kamis (17/5/2018).

Pengawasan ketat ini berkaitan dengan penangkapan tiga terduga teroris di wilayah Probolinggo. Tim Densus 88 menggerebek tiga rumah berbeda di kawasan Perumahan Sumbertaman Indah, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (16/5/2018) malam hingga Kamis (17/5/2018) dini hari. Penggerebekan itu melibatkan puluhan personel Densus 88 dan Polresta Probolinggo.

Ketiga terduga teroris ditangkap tanpa perlawanan sehingga tidak ada aksi tindakan tegas dan terukur dalam penggerebekan tersebut. Mereka terdata sebagai warga asli Probolinggo dan diduga terlibat aksi teror bom di Surabaya dan Sidoarjo.


Editor : Donald Karouw