13 Jenazah Terduga Teroris Belum Diambil, Polisi Berikan Tenggat Waktu

Ihya' Ulumuddin · Kamis, 17 Mei 2018 - 13:56 WIB

Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin. (Foto: dok iNews.id)

SURABAYA, iNews.id – Polda Jawa Timur memberi tenggat waktu tiga hari ke depan bagi kerabat terduga teroris untuk mengambil jenazah anggota keluarganya. Hingga saat ini, belum ada satu pun kerabat yang datang untuk tes DNA dan mengambil jenazah.

Seluruhnya, ke-13 jenazah terduga teroris yang tewas dalam serentetan aksi bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo, masih berada di RS Bhayangkara, Polda Jatim.

“Kami beri waktu tiga hari ke depan bagi keluarga untuk mengambil. Kalau tidak, maka akan kami makamkan di tempat pemakaman umum (TPU) karena proses penyidikan sudah selesai,” kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin, Kamis (17/5/2018).

Mahfud mengaku telah berusaha menghubungi sejumlah keluarga para terduga teroris, terkait keberadaan jenazah tersebut. Namun, sampai saat ini belum juga ada yang datang mengambil. “Sebagian ada yang sudah ok. Tetapi, banyak juga yang tidak mau,” katanya.

Dia menjelaskan, di antara keluarga terduga teroris yang bersedia mengambil dan menerima jenazah yakni keluarga pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya. Hanya, saja belum ada kepastian. “Mereka sudah komunikasi dengan kami untuk bisa mengambilnya,” tutur Machfud.

Kapolda mengakui, ada keluarga yang belum mau menerima dan mengambil jenazah terduga teroris, yakni yang di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo. Namun polisi masih terus berkomunikasi untuk meyakinkan keluarga.

Diketahui, ke-13 jenazah terduga teroris tersebut di antaranya, enam jenazah pelaku bom bunuh diri di tiga geraja, tiga jenazah peledakan bom di Rusunawa Wonocolo Sidoarjo, empat jenazah bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya, serta satu jenazah terduga teroris dalam penggerebekan di Tambak Sikatan Manukan Kulon.


Editor : Donald Karouw

KOMENTAR