Pascateror Bom, Kapolda: Ada 23 Penangkapan Terduga Teroris di Jatim

Ihya' Ulumuddin ยท Kamis, 17 Mei 2018 - 13:50 WIB
Pascateror Bom, Kapolda: Ada 23 Penangkapan Terduga Teroris di Jatim

Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin saat memberi keterangan tentang penangkapan teroris di Jatim, Kamis (17/5/2018). (Foto: iNews.id/Ihya' Ulumuddin)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

SURABAYA, iNews.id - Perburuan terhadap terduga teroris terus dilakukan. Pascarentetan aksi teror di Surabaya dan Sidoarjo, ada 23 penangkapan terduga teroris di wilayah Jawa Timur (Jatim). Dalam penangkapan di sejumlah kabupaten/kota di Jatim itu, empat terduga teroris tewas ditembak lantaran melawan saat akan ditangkap.
 
Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin menyatakan dari 23 penangkapan itu, satu di antaranya menyerahkan diri. “Kami mengimbau untuk mereka yang merasa menjadi jaringan JAT (Jaringan Ansharut tauhid) maupun JAD (Jaringan Ansharut Daulah) dan dikejar-kejar polisi langsung saja menyerahkan diri, daripada harus diburu," kata Machfud Arifin kepada wartawan di Surabaya, Kamis (17/5/2018).

Menurut Machfud, dari 23 terduga teroris yang diringkus, empat di antaranya terpaksa ditembak mati. "Masing-masing berinisial BS, IF, dan HS, ketiganya penindakan dari Sidoarjo, dan DS, penindakan dari Surabaya. Polisi terpaksa mengabil tindakan tegas karena keempatnya membahayakan," katanya.

Ke-23 terduga teroris yang diamankan tersebut masing masing, delapan terduga teroris diamankan dari Surabaya, inisial DS, MM, AM, BAR, RAS, EM, SJ dan HT. Tujuh terduga teroris tertangkap di Sidoarjo, inisial BS, IF, HS, ASW, R, BR, dan DL.

Kemudian di wilayah Pasuruan, Kepolisian mengamankan dua terduga teroris, inisial AK dan SCA. Lalu tiga terduga teroris diamankan di Malang, yakni pasangan suami istri ZA dan WMW, lalu inisial KR. Sedangkan di Probolonggo, tim menciduk tiga terduga, dengan inisial MF, IS, dan HA.

Dari seluruh terduga teroris yang tertangkap tersebut, satu di antaranya adalah Ketua JAD Jawa Timur, Zainal Ansari alias Abu Umar. Yang bersangkutan dibekuk bersama istri dan kedua anaknya serta satu orang rekan lagi berinisial KR yang ditengarai sebagai guru Abu Umar.

Untuk diketahui, Abu Umar merupakan guru dari Ketua JAD Surabaya Dita Oepriarto, otak sekaligus pelaku bom bunuh diri di tiga geraja di Surabaya, Minggu (13/5/2018) lalu. Yang bersangkutan juga memiliki hubungan dengan para pelaku teror di Mapolrestabes Surabaya dan Sidoarjo.

Kapolda Jatim menjelaskan, pihak Polri dalam hal ini Polda Jatim akan bekerja sama dengan TNI atau Kodam V Brawijaya untuk bersama menggelar patroli keamanan. "Nanti kami akan kerja sama Kodam. Saya sudah telepon pak Pangdam V Brawijaya untuk sama-sama melakukan patroli gabungan terutama pada hari Minggu. Kami juga dibantu dari unsur Banser Nahdlatul Ulama (NU) untuk membantu menjaga pengamanan gereja dan lingkungan yang kemungkinan rawan," ujar jenderal bintang dua itu.

Dia menegaskan, keamanan di Surabaya dan Jatim pada umumnya telah kondusif. "Secara umum di Jatim sudah berjalan dengan baik. Masjid, melaksanakan tarawih sudah banyak. Jalan-jalan sudah mulai macet. Mudah-mudahan tidak ada lagi," tuturnya.


Editor : Himas Puspito Putra