Kapolda Jatim Jenguk Korban Bom Bunuh Diri yang Masih Dirawat

Yudha Prawira · Kamis, 17 Mei 2018 - 18:18 WIB
Kapolda Jatim Jenguk Korban Bom Bunuh Diri yang Masih Dirawat

Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin ditemui tim dokter RS Bedah Surabaya saat akan menjenguk tiga korban bom bunuh diri. (Foto: iNews/Yudha Prawira)

SURABAYA, iNews.id – Kapolda Jawa Timur (Jatim) Irjen Pol Machfud Arifin menjenguk korban bom bunuh diri di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Jalan Ngaget, Surabaya, yang masih menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Bedah Surabaya, Kamis (17/5/2018).

Kapolda datang bersama rombongan ke rumah sakit di Jalan Manyar Surabaya dan didampingi tim dokter RS Bedah Surabaya. Mereka langsung menemui tiga umat Gereja Santa Maria Tak Bercela, Jalan Ngagel Jaya Utara, Surabaya, yang menjadi korban bom bunuh diri pada Minggu (17/5/2018).

Namun, pertemuan Kapolda Jatim dengan para korban tertutup bagi media. Menurut Kapolda, dia memberikan dukungan, semangat dan doa kepada para korban. Dia berharap agar ketiganya, yakni Wenny, Diyah, dan Desmonda, bisa secepatnya pulih. Saat ini, Wenny yang masih memerlukan perawatan intensif karena di tubuhnya bersarang serpihan besi dari ledakan bom bunuh diri.

“Kita doakan mudah-mudahan cepat sembuh semua, terutama Ibunya Nathan. Karena masih perlu tindakan lagi mungkin. Ada beberapa serpihan-serpihan bom di tubuhnya. Mudah-mudahan bisa ditangani. Kondisi korban yang mahasiswa sudah baik dan satu lagi juga mudah-mudahan bisa cepat pulih,” kata Irjen Pol Machfud Arifin.

Sementara tim dokter dan keluarga mengakui korban Wenny hingga saat ini masih mengalami trauma psikis karena kedua anaknya meninggal akibat ledakan bom bunuh diri tersebut. Wenny masih sedih mengingat Nathanael Ethan (8) dan Vincentius Evan (11).

“Kalau kami pantau, kondisi para korban memang sudah makin membaik. Ibu Weny kan sangat stres waktu itu karena kedua anaknya. Dari Dinas Kesehatan ada pendampingan psikologi juga. Kami melihat Ibu Wenny tegar sekali,” kata Direktur RS Bedah Surabaya, Priyanto Swasono.

Sementara keluarga korban, mengatakan, kondisi kesehatan Weny semakin membaik meskipun masih sering sedih mengingat kedua putranya yang meninggal. “Perkembangan kesehatannya bagus,” kata Ratna Handayani, adik ipar Wenny.

Hingga saat ini, RS Bedah Surabaya masih merawat tiga pasien korban ledakan bom bunuh diri. Tim dokter memperkirakan untuk dua korban atas nama Desmonda dan Diyah akan segera pulang karena kondisinya sudah membaik.

Usai menjenguk para korban di RS Bedah Surabaya, Kapolda Jatim bersama rombongan juga menjenguk dua korban bom bunuh diri lainnya yang hingga kini masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dokter Soetomo Surabaya.


Editor : Maria Christina