13 Gempa Susulan Terjadi hingga Pagi Ini di Situbondo

Antara, Bayu Pradhana ยท Kamis, 11 Oktober 2018 - 11:13 WIB
13 Gempa Susulan Terjadi hingga Pagi Ini di Situbondo

Warga yang panik dan keluar dari bangunan saat terjadinya gempa. (Foto: dok iNews)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

JAKARTA, iNews.id – Badan Metorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, terjadi 13 gempa susulan hingga pagi ini usai guncangan gempa bumi berkekuatan 6,3 skala richter (SR) di Situbondo, Kamis (11/10/2018) pukul 01.44 WIB.

Gempa susulan terbesar berkekuatan 3,5 SR, sedangkan yang terkecil 2,4 SR. Gempa kecil dengan kekuatan lemah diprediksi masih akan terjadi. Namun menurut BMKG, gempa ini tidak memiliki hubungan pola dengan yang terjadi di Bali maupun Palu.

Kepala Bidang Info Gempa dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, gempa ini dirasakan paling parah di Situbondo dan Sumenep. “Getaran gempa juga dirasakan hingga ke Pulau Bali dan menyebabkan sejumlah bangunan rusak,” ujarnya.


BACA JUGA:

Gempa Guncang Jawa Timur dan Bali, Tiga Tewas

Gempa 6,3 SR di Jatim, 3 Warga Sumenep Tewas dan 8 Luka

Pascagempa, Jaringan Listrik dan Komunikasi di Sapudi-Situbondo Aman


Diketahui dalam peristiwa ini tiga orang tewas. Mereka merupakan warga Sumenep yang sedang tidur saat gempa terjadi sehingga tidak sempat menyelamatkan diri saat bangunan roboh.


BMKG juga merilis, gempa yang terjadi di Situbondo digolongkan sebagai gempa jenis dangkal. "Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal yang diperkirakan akibat aktivitas patahan di zona back arc thrust," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono di Jakarta, Kamis (11/10/2018).

Dia mengatakan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa bumi di wilayah Laut Bali itu dibangkitkan deformasi atau pemisahan batuan dengan mekanisme pergerakan sesar naik. Guncangan gempa itu dilaporkan dirasakan di daerah Denpasar dalam skala intensitas III-IV MMI, artinya goncangan dirasakan seluruh masyarakat setempat dan membuat bangunan bergoyang. Sementara kawasan Karangkates, Gianyar, Lombok Barat, Mataram, Pandaan di angka III MMI.

"Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," katanya.

Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempa berkekuatan 6,4 SR yang dimutakhirkan menjadi 6,3 SR. Pusat episenter gempa terletak pada koordinat 7,47 LS dan 114,43 BT atau di laut pada jarak 55 kilometer (KM) arah timur laut Kota Situbondo, Kabupaten Situbondo, Propinsi Jawa Timur (Jatim) pada kedalaman 12 KM.


Editor : Donald Karouw