Siswi SMP yang Bunuh Diri di Blitar Dikenal Berprestasi dan Periang

Robby Ridwan ยท Kamis, 31 Mei 2018 - 11:43 WIB
Siswi SMP yang Bunuh Diri di Blitar Dikenal Berprestasi dan Periang

Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono memegang salah satu surat wasiat yang ditulis korban sesaat sebelum gantung diri. (Foto: iNews/Robby Ridwan)

BLITAR, iNews.id - EP, siswi SMP di Kota Blitar yang Selasa (29/5/2018) lalu ditemukan tewas gantung diri di kamar kosnya dikenal sebagai siswi berprestasi. Bahkan, nilai ujian nasionalnya rata-rata hampir mencapai angka sembilan. Tak ayal, kepergiannya yang begitu cepat membuat banyak kerabat dan teman-temannya bertanya-tanya apa motif gadis berusia 16 tahun itu hingga nekat menghabisi nyawanya sendiri.

Misteri tewasnya EP hingga kini belum menemukan titik terang. Polisi masih belum mengetahui motif utama korban hingga memutuskan bunuh diri. Menurut keterangan polisi yang diperoleh dari hasil interogasi kakak korban, EP sempat bercerita tentang masalah yang menimpa keluarganya.

“Dari hasil interogasi dengan orang tua dan kakaknya, jadi korban ini sering cerita tentang masalah keluarga. Namun kami tidak bisa mengorek lebih dalam karena masih dalam suasana duka. Yang jelas kami masih akan menyelidiki lebih jauh,” Kata Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono, Rabu (30/5/2018) kemarin.

Sebelum meninggal, EP juga diketahui sempat curhat kepada teman-temannya jika ingin melanjutkan sekolah di Kota Blitar. Namun, niatnya itu terhalang aturan mengenai zonasi wilayah sekolah. Berdasarkan aturan tersebut, EP tidak diperbolehkan bersekolah di SMA Negeri 1 Kota Blitar karena rumahnya berlokasi di Kabupaten Blitar.

Sistem zonasi dan pembatasan kuota warga luar daerah untuk sekolah ke daerah lain diduga menjadi latar belakang EP mengakhiri hidupnya. Dia takut tidak diterima di sekolah favoritnya itu. Padahal, di sekolahnya EP dikenal sebagai sosok yang pintar. Dia juga supel dan suka bergaul dengan teman-temannya, bahkan tergolong periang.

BACA JUGA: Diduga Khawatir Tak Masuk Sekolah Favorit, Siswi di Blitar Bunuh Diri

“Dia itu baik. Meskipun ada masalah tapi tetap ceria. Terus jarang juga cerita sama teman-temannya. Sama teman-teman juga baik, selalu menyapa, meskipun tidak terlalu dekat. Dia juga pintar anaknya,” kata Grace Margareth, teman sekolah EP saat ditemui di sekolahnya, Kamis (31/5/2018).

Sebelum meninggal, EP sempat bercerita kepada teman sekelasnya, dia ingin melanjutkan sekolah di Kota Blitar. “Dia pernah bilang takut, kan rumahnya jauh dari SMA tujuan. Dia itu zonasinya di SMA Srengat kalau tidak salah. Dia takutnya tidak bisa masuk di SMA Negeri 1 (Kota Blitar) itu,” kata Wulandari, teman korban lainnya.

Di mata guru-gurunya, EP merupakan siswi yang berprestasi. Dia sering mengikuti lomba olimpiade matematika tingkat SMP di berbagai daerah. EP juga selalu masuk tiga besar di kelasnya. Bahkan, nilai ujian nasionalnya rata-rata hampir sembilan.

“Karakternya juga bagus. Dia tidak pernah punya catatan buruk di BK (Bimbingan dan Konseling). Jadi kami dari pihak sekolah juga terkejut dengan peristiwa itu,” kata Wakil Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Blitar, termpat korban bersekolah.

Sebelum meninggal EP meninggalkan surat wasiat, bahwa dia sudah menyerah. Dia tidak menyebut secara pasti alasannya mengakhiri hidup. EP hanya meminta untuk segera disemayamkan. Kini jenazah EP masih  disemayamkan di Wisma Paramita Kota Blitar sebelum dimakamkan.


Editor : Himas Puspito Putra