Tes Kejiwaan Kacau, Ratusan Bakal Caleg di Jombang Mengamuk

Ihya' Ulumuddin, Muchtar Bagus ยท Jumat, 06 Juli 2018 - 11:47 WIB
Tes Kejiwaan Kacau, Ratusan Bakal Caleg di Jombang Mengamuk

Sejumlah bakal caleg memprotes lambannya pemeriksaan kesehatan di RSUD Jombang, Jumat (6/7/2018). (Foto: iNews/Muchtar Bagus)

JOMBANG, iNews.id – Tes kejiwaan bagi bakal calon anggota legislatif di Kabupaten Jombang kacau. Buntutnya, para calon politisi ini kesal dan mengamuk kepada pihak rumah sakit. Mereka menuding pihak rumah sakit tidak becus dan tidak bisa bekerja profesional.

Kekecewaan mereka ini dipicu oleh aturan tes kejiwaan yang berubah-ubah. Belum lagi proses tes kejiwaan yang lama dan berbelit. Imbasnya para bakal calon anggota legislatif ini dibuat bingung dan menunggu. Sementara waktu pendaftaran semakin mepet.

Salah seorang bakal calon anggota legislatif, Tohari mengaku sudah tujuh kali bolak-balik ke Rumah Sakit Umum Daerah (RUSD) Jombang untuk menjalani tes kejiwaan, medis dan bebas narkoba. Namun proses belum juga rampung.  “Yang lebih mengecewakan lagi, kami harus mengembalikan surat keterangan hasil tes karena ada kesalahan. Kenapa aturan berubah-ubah seperti ini,” katanya.

Atas situasi ini Tohari merasa dipermainkan. Padahal, semula seluruh prosedur sebagaimana disyaratkan KPU sudah dilalui. “Semula aturan sudah ada. Kenapa berubah lagi. Kalau seperti ini, kami yang dirugikan. Apalagi, waktu pendaftaran tinggal beberapa hari lagi. Tanggal 10 Juli pendaftaran sudah tutup,” katanya, Jumat (6/7/2018).

Kekecewaan sama juga disampaikan bakal calon anggota legislatif lainnya atas nama Faiz. Bahkan dia terlihat marah lantaran pihak rumah sakit hanya menyediakan satu psikater. Sementara jumlah bakal caleg ratusan. Sehingga proses tes kejiwaan pun berjalan lambat.

“Kalau seperti ini bisa-bisa sampai penutupan pendaftaran KPU, tes belum selesai. Ini harus dicarikan solusi. Pihak RSUD Jombang harus menambah psikiater,” katanya.

Faiz khawatir, dirinya dan ratusan bakal caleg akan gagal mendaftar hanya karena proses tes medis dan kejiawaan yang bermasalah. Pasalnya batas akhir pendaftaran tinggal empat hari lagi.


Editor : Himas Puspito Putra