2 Penumpang Kapal Tenggelam di Perairan Sumenep Ditemukan, Total Korban 19 Orang

Ihya' Ulumuddin, Antara ยท Rabu, 19 Juni 2019 - 09:58 WIB
2 Penumpang Kapal Tenggelam di Perairan Sumenep Ditemukan, Total Korban 19 Orang

Korban KM Arim Jaya yang dirawat di Puskesmas Dungkek, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur (Jatim), Selasa (18/6/2019). (Foto: Dok iNews.id)

SURABAYA, iNews.id – Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) Gabungan mengevakuasi dua korban tewas Kapal Layar Motor (KLM) Arim Jaya yang tenggelam di perairan Sumenep, Jawa Timur (Jatim), Rabu pagi (19/6/2019). Dengan demikian, total korban sampai hari ini 19 orang dari 60 penumpang beserta anak buah kapal (ABK).

Kepala Hubungan Masyarakat Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kota Surabaya Tholib Mahameru mengatakan, identitas kedua jenazah yakni Rehan, laki-laki berusia lima tahun. Dia ditemukan di pantai Bicabbi, Kecamatan Dungkek, Sumenep, sekitar pukul 05.43 WIB tadi pagi.

Setelah itu, Tim SAR gabungan kembali menemukan jenazah seorang perempuan bernama Putri berusia sembilan tahun, di kawasan Pelabuhan Dungkek Sumenep, sekitar pukul 06.46 WIB.

”Keduanya asal Guwa Guwa, Kecamatan Raas, Sumenep. Kedua korban ditemukan berkat informasi dari masyarakat sekitar,” kata Tholib Mahameru di Surabaya.

BACA JUGA:

Kapal Tenggelam di Sumenep, Polisi: KM Amin Jaya Kelebihan Muatan

Update Kapal Tenggelam di Perairan Sumenep, 16 Korban Tewas Dibawa ke RSUD

Tholib mengatakan, dengan penemuan dua korban, maka ada 19 korban ditemukan meninggal dunia dari 60 penumpang beserta ABK Arim Jaya yang tenggelam di perairan Sumenep pada Senin sore, 17 Juni lalu.

KLM Arim Jaya, kapal kecil dari kayu berukuran 3 GT yang dinakhodai Arim, berlayar dari Pulau Guwa Guwa, Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, pada Senin (17/6/2019), sekitar pukul 07.00 WIB. Kapal tersebut hendak ke Pelabuhan Kalianget, Sumenep, Pulau Madura.

Dalam perjalanan, kapal tenggelam saat melintas di pertengahan perairan antara Pulau Sapudi dan Pulau Giliyang, wilayah Kabupaten Sumenep, Senin sore, sekitar pukul 15.00 WIB.

Menurut keterangan sementara dari Pusdalop BPBD Jatim, kecelakaan disebabkan oleh gelombang tinggi hingga membalikkan kapal. Berdasarkan data manifest, kapal tersebut mengangkut 60 orang, terdiri atas 1 orang nakhoda, 2 ABK, dan lebih dari 50 penumpang. Sebagian besar penumpang merupakan rombongan pekerja dari Pulau Gowa Gowa.


Editor : Maria Christina