2.000 Personel Amankan Laga Arema vs Persebaya, Ini Persiapannya

Ihya' Ulumuddin, Saif Hajarani ยท Rabu, 14 Agustus 2019 - 17:15 WIB
2.000 Personel Amankan Laga Arema vs Persebaya, Ini Persiapannya

Ilustrasi pengamanan sepak bola. (Foto: Koran Sindo).

MALANG, iNews.id - Polisi menerjunkan 2000 personel gabungan untuk mengamankan laga Arema FC vs Persebaya Surabaya pada Kamis (15/8/2019). Selain itu empat unit kendaraan taktis antibaja disiagakan di sejumlah titik vital.

Pengamanan ketat ini untuk mengantisipasi gangguan dalam laga klasik tersebut. Polisi tidak ingin terjadi keributan atau juga gangguan yang membuat suasana tak kondusif.

"Ploting personel sudah kami disposisikan sesuai arahan Panpel (Panitia Pelaksana), di mana letak kerawanan yang harus diantisipasi," kata Kabag Ops Polres Malang, Kompol Sunardi, di Kota Malang, Jawa Timur (Jatim), Rabu (14/8/2019).

BACA JUGA: Pulang Nonton Arema vs Persib, Suporter di Malang Tewas Terlindas Truk

Sesuai kesepakatan kedua kelompok Suporter, Sunardi memastikan tidak ada pergerakan suporter dari Surabaya. Namun, pihaknya tetap melakukan antisipasi, berupa penjagaan di pintu-pintu masuk ke Kota Malang.

"Sebab, kadang masih saja ada (suporter Persebaya) yang nekat datang. Bukan dari Surabaya. Tetapi dari daerah sekitar seperti Blitar atau lainnya," katanya.

Ketua Panpel Arema FC, Absul Haris, mengimbau seluruh supoter Arema ikut menjaga situasi kondusif. Mereka yang kehabisan tiket diminta untuk tak memaksa masuk ke dalam stadion, dan bisa menyaksikan pertandingan dari layar TV.

BACA JUGA: Amankan Laga Persebaya Vs Arema, Polda Jatim Siagakan 3.500 Personel 

"Kami siapkan 42.000 tiket. Semuanya sudah terjual habis. Karena itu, kami pastikan tidak ada penjualan tiket lagi di lokasi (stadion). Sekali lagi, bagi yang tidak punya tiket, silahkan menonton di levisi saja," katanya.

Lebih jauh, dia juga berharap agar Aremania tidak melakukan hal-hal yang justru membuat rugi manajemen dan tim saat pertandingan berlangsung. Misalnya membuat rusuh atau melakukan aksi sweaping terhadap suporter Persebaya.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal