Erick Thohir Dinilai Jadi Kejutan Sekaligus Pukulan untuk Kubu Lawan

Ihya' Ulumuddin ยท Senin, 10 September 2018 - 15:23 WIB
Erick Thohir Dinilai Jadi Kejutan Sekaligus Pukulan untuk Kubu Lawan

Ketua Tim Kampanye Nasional pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Erick Thohir. (Foto: Istimewa)

SURABAYA, iNews.id – Penunjukan tokoh muda Erick Thohir sebagai ketua tim sukses (Timses) pasangan capres-cawapres Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin, dinilai sebagai langkah yang tepat. Hal ini memperlihatkan kejelian Jokowi dalam membaca situasi nasional saat ini dan beberapa bulan ke depan hingga Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.

Direktur Komunikasi Politik SCG Consulting Aprizaldi mengatakan, untuk yang kesekian kalinya Jokowi menunjukkan kapasitasnya sebagai tokoh politik dengan perhitungan yang tepat.

“Penunjukan Erick Thohir bukan hanya faktor kejutan yang berhasil dimainkan Jokowi, tapi juga sekaligus mampu memukul pertahanan lawan," katanya di Surabaya, Senin (10/9/2018).


BACA JUGA:

Hari Ini, TKN Jokowi-Ma'ruf Tempati Posko Baru di Gedung High End

Tahun Politik Tak Ganggu Persahabatan, Erick-Sandi Saling Berpelukan

Erick Thohir Jadi Ketua Kampanye Jokowi-Maruf, Begini Respons Sandiaga


Aprizaldi menjelaskan, dari kacamata kebutuhan politik saat ini, sosok Thohir akan mampu menjalankan tiga fungsi sekaligus. Pertama, yakni memperkuat dan melegitimasi citra Jokowi sebagai seorang pekerja keras.

"Thohir merupakan sosok pekerja keras. Keberhasilan Asian Games 2018 menjadi momentum yang mengangkat namanya. Dia juga pengusaha sukses dengan hasil kerja luar biasa di dalam dan luar negeri. Jadi ini memperkuat asosiasi pekerja keras pada kubu Jokowi," ujarnya.

Kedua, keberadaan Thohir merekonfigurasi citra kandidat di kubu Jokowi usai pemilihan KH Ma’ruf Amin sebagai cawapres. Penetapan Kiai Maruf oleh sebagian publik ditangkap sebagai upaya Jokowi mengamankan elektabilitasnya dengan merangkul kelompok Islam tanpa memperhitungkan kemampuan menjawab tantangan bangsa dalam beberapa tahun mendatang.

Kiai Ma'ruf hanya dinilai sebagai tokoh agama yang dianggap belum tentu cakap mengelola berbagai tantangan bangsa, terutama ekonomi. "Thohir sebagai ketua tim kampanye pasti berperan menonjol sehingga akan mampu merekonfigurasi citra kandidat, terutama dalam konteks menghadapi tantangan ekonomi. Erick bisa tampil berbicara banyak soal itu," kata Aprizaldi.

Ketiga, yakni memainkan fungsi penguatan infrastruktur politik, termasuk logistik. Publik mengenal Thohir sebagai pengusaha sukses. Keluarganya juga merupakan salah satu pengusaha terkaya di Indonesia. Bersama sang kakak Garibaldi Thohir, mereka mengendalikan banyak perusahaan kakap di Indonesia.

"Pemilihannya juga berpotensi mengganggu sumber logistik Sandiaga karena antara Erick dan Sandiaga punya banyak irisan jaringan bisnis," ucapnya.

Sementara dari sisi komunikasi politik, Aprizaldi menilai Thohir sebagai sosok yang komplet. Dia mengungkapkan, setidaknya terdapat tiga faktor penting dalam komunikasi politik, yaitu membangun kepercayaan (trustworthiness), keahlian (expertise), dan daya tarik.

"Keterpercayaan terkait penilaian terhadap sebuah sumber yang dianggap memiliki integritas. Keahlian berkaitan dengan kompetensi dan pengalaman. Daya tarik berkaitan dengan potensi sumber menjadi pusat perhatian. Itu semua ada pada sosok Thohir," tuturnya.

Diketahui, SCG Consulting merupakan lembaga riset yang terlibat dalam sejumlah pemenangan kandidat politik, di antaranya yakni Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.


Editor : Donald Karouw