Mendagri Ingatkan 40 Anggota DPRD Malang Hasil PAW Area Rawan Korupsi

Ihya' Ulumuddin · Senin, 10 September 2018 - 18:19 WIB
Mendagri Ingatkan 40 Anggota DPRD Malang Hasil PAW Area Rawan Korupsi

Pelantikan 40 anggota DPRD Kota Malang hasil PAW di Gedung DPRD Malang, Senin (10/9/2018). (Foto: iNews.id/Iihya' Ulumuddin)

MALANG, iNews.id – Pelantikan 40 anggota DPRD Kota Malang hasil pergantian antarwaktu (PAW) berjalan sesuai agenda, Senin siang (10/9/2018). Mereka menggantikan 40 anggota Dewan yang resmi menjadi tersangka kasus korupsi pembahasan APBD-Perubahan Malang.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo tidak menjamin anggota-anggota dewan pengganti itu bakal bebas korupsi alias tidak mengulangi perbuatan para mantan anggota yang kini ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun, dia mengingatkan agar para wakil rakyat itu memahami area rawan korupsi.

“Sistem, pengawasan, dan upaya pencegahan korupsi telah berjalan dengan baik. Tetapi semua itu kembali ke masing-masing. Semua kembali pada kita semua, mari saling mengingatkan. Terpenting, pahami area rawan korupsi. Jika terjadi lagi kasus korupsi, tentu akan merugikan banyak pihak,” papar Tjahjo.


BACA JUGA:

Tjahjo dan Soekarwo Akan Hadiri Pelantikan 40 Anggota DPRD Kota Malang

Ini Daftar Nama 40 Anggota DPRD Malang yang Dilantik Hari Ini


Area rawan yang dimaksud, menyangkut perencanaan anggaran, dana hibah, bantuan sosial, retribusi, pajak, pengadaan barang dan jasa, dan lain-lain. Hal ini harus dipahami anggota dewan yang merupakan mitra sejajar pemerintah daerah (pemda). “Saling mengisi, mengawasi, dan sama-sama memperjuangkan aspirasi masyarakat di daerah,” ujarnya.

Mendagri juga mengapresiasi langkah partai politik (parpol) untuk melakukan percepatan PAW dengan difasilitasi pemerintah kota dan pemerintah provinsi. Langkah itu dinilai sudah tepat. Sebab, untuk membangun tata kelola pemerintahan yang lebih efisien, pengambilan keputusan terkait kondisi yang terjadi di Kota Malang harus dilakukan.

“Ini sejarah baru, karena pertama terjadi dalam sebuah lembaga. Hampir seluruh anggota DPRD menjadi tersangka sehingga untuk melakukan fungsi legislatif tidak memenuhi kuorum,” sebutnya.

Tjahjo atas nama pemerintah pusat juga menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Jatim yang dengan cepat melakukan langkah-langkah konsolidasi dengan parpol, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan Forkopimda, sehingga pelantikan 40 anggota DRPD Kota Malang hasil PAW bisa digelar. Hal itu dilakukan sebagai bentuk penyelamatan roda pemerintahan di kota pendidika,n pascapenetapan 41 tersangka anggota DPRD akibat tersangkut kasus korupsi.

Dia juga berpesan agar seluruh alat perangkat kedewanan harus segera dibentuk seperti badan musyawarah (banmus), badan anggaran (banggar), perwakilan komisi, dan lainnya. Apalagi, saat ini Pemkot Malang tengah ditargetkan untuk menyelesaikan pembahasan APBD-P tahun anggaran 2018 dan APBD Kota Malang 2019.

“Pada 15 Desember, pembahasan APBD 2019 sudah harus selesai, jangan sampai terganggu dengan kasus yang menimpa 41 anggota DPRD Kota Malang,” ujarnya.

Kehadiran Tjahjo dalam agenda tersebut merupakan upaya untuk memastikan proses pelantikan berjalan dengan baik. Selain itu, hadir Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Sony Sumarsono dan tuan rumah, yakni Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPRD Kota Malang Abdurrochman dan Plt Wali Kota Malang Sutiaji.

Sementara Gubernur Jatim Soekarwo mengingatkan pentingnya menjaga integritas bagi seluruh anggota DPRD. Berkali-kali, orang nomor satu di Jawa Timur ini mengingatkan kepada 40 anggota DPRD untuk berlaku jujur. “Jaga integritas. Jangan makan hak orang lain,” pesan Soekarwo dalam sambutannya saat pelantikan.

Sebanyak 40 anggota DPRD hasil PAW dari 10 partai politik pemenang Pemilu akan menjabat hingga akhir masa tugas 2019 nanti. Ada raut bahagia dari para wakil rakyat ini begitu selesai dilantik. Namun, tak sedikit pula yang terlihat tegang. Kursi yang kini mereka duduki tengah dalam sorotan karena kasus dugaan korupsi yang menyeret para pendahulunya. 


Editor : Maria Christina