Kunjungi Ketua MUI Jatim, Kapolda Gandeng Ulama Ciptakan Kondisi Aman

Ihya' Ulumuddin · Selasa, 11 September 2018 - 21:35 WIB
Kunjungi Ketua MUI Jatim, Kapolda Gandeng Ulama Ciptakan Kondisi Aman

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan (kiri) saat berkunjung ke kediaman Ketua MUI Jatim KH Abdusshomad Buchori. (Foto: iNews.id/Ihya' Ulumuddin)

SIDOARJO, iNews.id - Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Luki Hermawan berkunjung ke kediaman Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur KH Abdusshomad Buchori di kawasan Sepanjang, Taman, Sidoarjo, Selasa (11/9/2018).

Selain bersilaturrahim, kunjungan ini juga dimaksudkan untuk menjalin kerja sama polisi dan ulama dalam menjaga keamanan dan ketenteraman di Jatim.

Kapolda didampingi Wakapolda Jatim Brigjen Pol Muhammad Iqbal, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan serta para petinggi Polda Jatim lainnya.

Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, dalam kunjungannya ini pihaknya meminta dan memohon bimbingan dan arahan terhadap para kiai untuk keamanan Jawa Timur.

"Ini kunjungan pertama kami di Jawa Timur. Kami datang ke sini, karena MUI yang mewadahi ormas dan umat Islam di Jatim. Tentunya kami ingin support dan dukungannya sebagai pejabat baru di Jatim," ungkap Luki Hermawan, Selasa (11/9/2018).

Menurut Kapolda, mendekati tahun politik pada 2019 mendatang keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi hal penting dan harus tetap dijaga. "Keamanan ini yang perlu kami antisipasi. Sehingga kondusivitas masih tetap terjaga. Dan selanjutnya, kami akan sowan kepada tokoh-tokoh yang ada di Jatim," katanya.

Ketua MUI Jatim, KH Abdusshomad Buchori mengaku berterima kasih atas kunjungan Kapolda Jatim yang baru. Hal ini tidak lain demi menjaga keutuhan antara ulama dan Umara. Sehingga Jawa Timur tetap aman.

"Memang dibutuhkan biar saling menyatu. Ulama bisa berpendapat banyak hal dengan pendekatan persepektif keagamaan maupun problem sosial. Dan MUI pun juga punya konsep-konsep sehingga bisa didiskusikan dan memberikan manfaat pembangunan bangsa dan negara," kata Kiai Abdusshomad.

Apalagi, Jawa Timur merupakan provinsi yang besar dengan jumlah penduduk sekitar 40 juta jiwa. Sedangkan muslimnya diperkirakan mencapai 96,76 persen dari jumlah penduduk di Jawa Timur. Selain itu, di Jawa Timur juga memiliki 43.000an masjid, 160 ribu musala dan 8.000 pondok pesantren.

"Ini potensi di Jawa Timur. Berbicara potensi tentunya juga ada problem dan solusi. Itu sebagian konsep pembangunan Indonesia. Khususnya Jawa Timur," katanya.

Sebagai wadah bagi umat Islam di Jawa Timur, pihaknya berpesan kepada Kapolda Jatim yang baru untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban Masyarakat Jawa Timur. Terlebih mendekati tahun politik yang ditengarai akan banyak gesekan.

"Jangan sampai terjadi. Kita cinta tanah air. Negeri ini jangan dirusak. Kita sepakat Indonesia negara kita. Kalaupun ada gesekan, mestinya ada penyelesaian. Dan Alhamdulillah kami sudah berdialog dengan Kapolda yang baru. Semoga kedepannya tetap aman dan terkendali," tandasnya.


Editor : Kastolani Marzuki