Dukun Pengganda Uang di Malang Ditangkap, Korban Rugi Ratusan Juta

Saif Hajarani ยท Rabu, 12 September 2018 - 18:47 WIB
Dukun Pengganda Uang di Malang Ditangkap, Korban Rugi Ratusan Juta

Tersangka penipuan, Amar, saat pemaparan kasus di Mapolsek Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu (12/9/2018). (Foto: iNews/Saif Hajarani)

MALANG, iNews.id – Seorang pria di Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim), yang mengaku keturunan wali dan mampu melipatgandakan uang ditangkap polisi. Akibat tipu dayanya, korban mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Tersangka bernama Amar, warga Bandung, Jawa Barat, dibekuk Tim Buser Polsek Kepanjen, Kabupaten Malang, setelah dilaporkan korbannya. Korban merasa tertipu setelah uangnya sebesar Rp200 juta raib dan tak kunjung berlipat ganda seusai yang dijanjikan tersangka.

Kepala Unit Reserse dan Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Kepanjen Iptu Supriyadi memaparkan, modus penipuan yang dilakukan tersangka dengan menjanjikan sejumlah perhiasan emas serta melipatgandakan uang korbannya. Bila ditaruh di kotak milik pelaku dengan disertai ritual khusus, tersangka mengaku mampu melipatgandakan uang dengan nilai lebih besar.

Namun, sebelumnya tersangka menyuruh korban juga menyetorkan sejumlah uang kepadanya setiap dia memintanya. Pelaku kemudian menyerahkan kotak serta koper yang berisi berbagai macam perhiasan. Korban baru boleh membuka pada hari tertentu sesuai kesepakatan dengan janji uang tersebut akan berlipat ganda hingga miliaran rupiah.

“Korban baru sadar tertipu setelah tersangka menghilang dan melihat isi dari koper dan kotak yang diserahkan tersangka, hanya terdapat amplop kosong dan tak ada uang yang dijanjikan. Emas yang dijanjikan juga ternyata imitasi setelah diperiksa di toko emas,” kata Iptu Supriyadi di Mapolsek Kepanjen, Rabu (12/9/2018).

Supriyadi mengatakan, dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah perhiasan dalam bentuk kalung, cincin, dan patung. Setelah diperiksa, ternyata semua hanya emas imitasi. Polisi juga mengamankan sejumlah alat ritual yang digunakan tersangka dalam menjalankan aksi penipuannya.

“Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dengan ancaman hukuman lima tahun penjara,” kata Supriyadi.


Editor : Maria Christina