Temukan 3.973 DPT Ganda di Surabaya, Bawaslu Desak KPU Perbaiki Data

Ihya' Ulumuddin · Rabu, 12 September 2018 - 19:44 WIB
Temukan 3.973 DPT Ganda di Surabaya, Bawaslu Desak KPU Perbaiki Data

Komisioner Bawaslu Surabaya Hidayat (berpeci) menyerahkan berkas DPT ke KPU Surabaya, Rabu (12/9/2018). (Foto: iNews.id/Ihya’ Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Surabaya menemukan sedikitnya 3.973 Daftar Pemilih Tetap (DPT) ganda di Kota Surabaya. Data ini diketahui dari hasil pencermatan dari total sebanyak 2.034.889 DPT yang telah diverifikasi KPU Kota Surabaya.

Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antarlembaga, Komisioner Bawaslu Kota Surabaya, Hidayat mengatakan, data ganda tersebut meliputi nama, tempat tanggal lahir dan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Jumlahnya antara dua hingga tiga.

“Kami sudah melakukan pencermatan atas DPT untuk Kota Surabaya ini. dan hasilnya ditemukan angka itu (3973),” kata Hidayat seusai menyerahkan berkas DPT hasil perbaikan ke KPU Kota Surabaya, Rabu (12/9/2018) petang tadi.

Tak hanya DPT ganda, Hidayat juga menemukan sedikitnya 4.099 DPT yang tidak memenuhi syarat (TMS). Nama-nama tersebut diketahui telah meninggal dunia. Data ini diperoleh dari e-lampid (layanan administrasi kependudukan) berbasis kelurahan. “Kami belum tahu apakah mereka semua masih masuk DPT atau tidak. Yang pasti, ini harus dicek,” katanya.

Atas temuan tersebut, mantan aktivis PMII ini mendesak kepada KPU Kota Surabaya untuk segera melakukan perbaikan. Pasalnya data tersebut akan menjadi acuan pada pemilihan legislatif maupun pemilihan presiden (Pemilu dan Pilpres) 2019 mendatang.

Berdasarkan surat edaran KPU No.1033/PL.01.2-SD/01/KPU/IX/2018, tertanggal 7 September, penyempurnaan DPT tersebut paling lambat pada 13 September. “Merujuk edaran itu, maka KPU tinggal punya waktu sehari. Ini harus dimaksimalkan,” ujarnya.

Untuk diketahui, pada penyerahan berkas perbaikan DPT Kota Surabaya sore tadi, hampir seluruh partai politik datang. Namun, ada dua parpol yang absen, yakni PDI Perjuagan dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).


Editor : Maria Christina