Serang Santri dan Polisi di Pesantren, Pria di Tuban Ditembak Mati

Ihya' Ulumuddin ยท Kamis, 13 September 2018 - 13:19 WIB
Serang Santri dan Polisi di Pesantren, Pria di Tuban Ditembak Mati

Ilustrasi. (Foto: dok.okezone).

TUBAN, iNews.id - Anggota Satreskrim Polres Tuban menembak mati seorang pria bernama Afdolin, (32), di komplek Pondok Pesantren An-Nidzomiyah Tuban, Rabu (12/9/2018) malam. Warga Desa Labuhan, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan dihabisi, sesaat setelah menyerang santri dan pengasuh pesantren.

Tak hanya para santri, sejumlah petugas ikut diserang dengan parang saat coba mengamankan pelaku. Situasi terpaksa memaksa polisi mengambil tindakan tegas yaitu menembak mati Afdolin. 

Peristiwa ini bermula saat Pengasuh Pondok Pesantren An-Nidhomiyyah Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, Achmad Musyafa' mendapat kabar dari warga sekitar bahwa, Afdolin datang ke pesantren pada Rabu (12/9/2018) sekitar pukul 21.00 WIB. Sebelumnya, Afdlolin diketahui tinggal di lokasi pesantren dan minta pekerjaan. Oleh pengurus, dia dipekerjakan untuk membersihkan pesantren selama dua bulan.

"Pengurus pesantren memulangkan Afdolin ke kampung halamannya karena membuat keributan. Afdolin tanpa sebab memukul santri. Perbuatan itu membuat santri resah dan terancam keselamatannya," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, Kamis (13/9/2018).

Lalu pada pukul 22.00 WIB, Afdolin datang ke pesantren dan mengamuk dengan menggunakan parang. Saat masuk, dia dihadang santri di pintu gerbang. Karena merasa dihalangi, Afdolin lari menuju samping pondok dengan cara memanjat pagar belakang. Dia akhirnya berhasil masuk ke dalam lokasi pesantren bagian belakang.

Saat di dalam pesantren, Afdolin menyerang tamu bernama Nurhaji dengan menggunakan parang. Sabetan parang Afdolin melukai lutut kanan Nurhaji. Mengetahui hal tersebut, pengasuh pesantren mengambil tongkat khutbah dan memukulkan ke punggung Afdolin. "Santri pesantren lantas melaporkan kejadian ini ke polsek setempat," ujar Barung.

Lalu, pada pukul 22.30 WIB anggota kepolisian mendatangi pesantren. Saat di lokasi kejadian, Afdolin mengamuk dan mengejar petugas dengan membawa parang. Petugas kemudian memberi tembakan peringatan tiga kali untuk menghentikan perbuatan Afdolin. Namun, tembakan peringatan itu tidak dihiraukan dan justru menyerang petugas.

Saat itu, salah satu anggota kepolisian yang menghindari amukan Afdolin terjatuh. Posisinya hanya setengah meter dari Afdolin. Mengetahui nyawa petugas terancam, salah satu petugas lainnya lantas mengambil tindakan tegas.

"Petugas mengambil tidakan tegas dan terukur dengan menembak ke arah Afdolin. Ini untuk menyelamatkan petugas yang saat itu dalam keadaan terancam. Afdolin akhirnya bisa dilumpuhkan," kata Barung. (ihya' ulumuddin)


Editor : Muhammad Saiful Hadi