Diduga Depresi, Pemuda di Tulungagung Panjat Tower BTS 62 Meter

Anang Agus Faisal ยท Kamis, 13 September 2018 - 16:46 WIB
Diduga Depresi, Pemuda di Tulungagung Panjat Tower BTS 62 Meter

Samsul Bahri, pemuda yang diduga mengalami depresi, nekat memanjat tower BTS di belakang rumahnya di Desa Kelurahan Kedungsuko, Tulungagung, Jawa Timur, Kamis (13/9/2018). (Foto: iNews/Anang Agus Faisal)

TULUNGGAGUNG, iNews.id - Diduga mengalami depresi ditinggal ibunya yang wafat dua tahun lalu, seorang pemuda di Tulungagung, Jawa Timur, nekat memanjat tower Base Transceiver Station (BTS), setinggi 62 meter di belakang rumahnya. Setelah dibujuk oleh sejumlah aparat keamanan, saudara, serta tetangganya, pemuda tersebut akhirnya bersedia turun setelah sempat tiga jam di atas tower.

Di ketinggian 62 meter, Samsul Bahri (22), warga Desa Kelurahan Kedungsuko, Tulungagung, itu tampak bergelantungan, berpindah dari satu sisi ke sisi lainnya. Bahkan, Samsul kerap kali berpose akrobatik dengan bergelantungan kepala di bawah dan kakinya di atas.

Aksi nekat ini, sempat membuat panik saudaranya dan tetangganya. Bahkan warga yang sedang melintas ikut mengurangi laju kendaraannya saat melihat samsul, yang sedang bergelantungan di atas tower BTS. Warga ikut membujuk Samsul agar bersedia turun dari atas tower.

Setelah dibujuk oleh aparat keamanan, saudara, dan tetangganya, serta seorang paranormal, lambat laun, Samsul pun bersedia turun dari atas BTS.

Proses turunnya Samsul dari menara BTS sempat terhambat lantaran dia merasa malu di bawah banyak warga yang berkerumun. Petugas pun menghalau warga agar tidak mendekat ke tower. Tidak lama, Samsul turun dan langsung dibawa ke dalam rumah.

Menurut sang kakak, Fathurrohman, aksi nekat panjat tower yang dilakukan adiknya itu baru pertama kalinya. “Dia mengalami depresi setelah dua tahun lalu ibu kami meninggal dunia. Jika depresinya kambuh, adik saya sering berjalan kaki sendirian di sekitar rumahnya,” ucap Fathurrohman, Kamis (13/9/2018).

Sementara itu, Kapolsek Kota Tulungagung, Kompol Mukalam mengatakan, Samsul melakukan aksi nekatnya memanjat tower, sekitar pukul 9.00 WIB pagi tadi.

“Dengan segala bujuk rayu, akhirnya yang bersangkutan bersedia turun. Sebelumnya dia sempat bertahan di atas tower selama tiga jam. Setelah bersedia turun, yang bersangkutan langsung dibawa ke dalam rumahnya karena jiwanya masih terganggu dan kelelahan,” ucap Mukalam.


Editor : Himas Puspito Putra