Jadi Calon Tunggal, Risma Berpeluang Jabat Presiden UCLG Aspac

Ihya' Ulumuddin · Kamis, 13 September 2018 - 17:23 WIB
Jadi Calon Tunggal, Risma Berpeluang Jabat Presiden UCLG Aspac

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Presiden UCLG Aspac Won Hee Ryong saat pembukaan kongres, Kamis (13/9/2018). (Foto: iNews.id/Ihya’ Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjadi calon kuat Presiden United Cities and Local GoverNment (UCLG) Asia Pasific (Aspac) periode 2018-2022. Peluang Risma cukup besar karena dia menjadi calon tunggal pada kongres kali ini.

Hal ini diungkapkan oleh Presiden UCLG Aspac Won Hee Ryong saat jumpa pers menjelang pembukaan kongres UCLG Aspac di Dyandra Convention Hall, Surabaya, Kamis (13/9/2018).

“Sejauh ini, kita hanya miliki satu kandidat. Banyak yang berharap dan mengusulkan beliau (Wali Kota Risma) menjadi presiden UCLG-Aspac dan berharap bisa membawa perubahan,” kata Won Hee Ryong.

Menurut dia, banyak yang sudah dilakukan Wali Kota Risma kepada Kota Surabaya. Risma menjadikan kota tersebut menjadi bersih, nyaman, dan indah dengan banyaknya taman kota dan hutan kota. “Agenda utama kongres ini memang memilih Presiden UCLG-Aspac. Saya berharap Risma menjadi Presiden UCLG-Aspac yang luar biasa,” ujarnya.

BACA JUGA: 

Menteri Jonan Minta Daerah Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Delegasi UCLG Aspac Keliling ke Tempat Bersejarah di Surabaya 

Pria yang juga menjabat Gubenur Provinsi Je Ju, Korea Selatan itu menambahkan, UCLG-Aspac sudah banyak membentuk komite dan juga komitmen selama empat tahun belakangan ini. Dia berharap ke depan, ada kerja sama yang keanggotaannya lebih besar dan kuat.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ternyata sudah memiliki pandangan UCLG Aspac ke depan. Dia ingin memperkuat kearifan budaya lokal untuk membangun kota, terutama ketahanan kota atau daerah terhadap ancaman bencana. “Saya pernah melihat di Phuket, Thailand. Di sana warga menanam cemara udang sehingga selamat dari tsunami,” ujarnya.

Wali Kota Risma menambahkan, banyak kota yang sekarang ini dalam kondisi kritis akibat dampak pemanasan global. “Dengan kearifan budaya lokal, kota bisa melakukan penguatan pembangunan untuk menekan biaya,” katanya.

Sementara Secretary General UCLG Aspac Bernadia Irawati Tjandradewi mengungkapkan, penyelenggaraan kongres di Surabaya sangat diapresiasi oleh para anggota seiring dengan meningkatnya jumlah peserta kongres. “Kami menargetkan jumlah peserta 800 orang, tapi sekarang sudah mencapai 1.200 orang yang melakukan registrasi,” kata Bernadia.

Bernadia menambahkan, kongres tahun ini bertema menciptakan inovasi, kota ramah anak, dan pembangunan yang berkelanjutan. Dia juga mengakui kalau banyak kota di dunia yang masih belum menerapkan sustainable city atau kota berkelanjutan, namun banyak juga kota yang menuju kondisi itu.

“Isu goal menjadi smart city dalam pembangunan kota yang berkelanjutan dengan kearifan budaya lokal akan menjadi bahan yang menarik dalam pembahasan kongres nantinya,” tuturnya.


Editor : Maria Christina