Soal Kongres UCLG Aspac, Ini Pesan Anies Baswedan untuk Kepala Daerah

Ihya' Ulumuddin · Kamis, 13 September 2018 - 21:05 WIB
Soal Kongres UCLG Aspac, Ini Pesan Anies Baswedan untuk Kepala Daerah

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (Foto: iNews.id/Ihya' Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id - Gubernur DKI Jakarta, Anis Baswedan bersyukur Indonesia menjadi tuan rumah Kongres United Cities and Local GoverNment (UCLG) Asia Pasific (Aspac). Sebab, momen ini bisa menjadi sarana bagi para kepala daerah di Indonesia untuk belajar dan bertukar pikiran. 

Menurut Anies, Konggres UCLG Aspac ke-7 harus bisa dimanfaatkan dengan baik oleh kota-kota di Indonesia. Negara ini, kata dia, perlu lebih banyak lagi tampil dengan karya-karyanya di level Internasional. "Indonesia jangan lagi bermain lokal" kata Anies Baswedan, di acara Kongres UCLG Aspac, Kamis (13/9/2018).

Kota-kota di Indonesia menurut Anies, sebenarnya sudah banyak yang diperhitungkan di level Internasional. Dengan adanya kongres seperti ini, para kepala daerah, bupati atau wali kota sebaiknya lebih intensif menjalin hubungan dengan walikota atau gubernur dari negara lain. "Jangan lebih banyak ngobrol dengan kepala daerah sesama negara" katanya.

Setiap kota punya berbeda masalah dan tantangan yang dihadapi. Pertemuan di level internasional ini harus dimanfaatkan sebagai ajang saling tukar pikiran antar kepada daerah lintas negara. Sehingga menjadi forum untuk belanja ide. 

"Biasanya setelah dari pertemuan seperti ini kepala daerah akan terinspirasi. Dan yang terpenting adalah memahami dan menindak lanjuti" lanjutnya.

Mantan menteri pendidikan ini mengapresiasi kerja yang sudah dilakukan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sehingga Surabaya kerap menjadi rujukan program pembangunan kota di level internasional.

Untuk diketahui, Kongres UCLC Aspac ke-7 ini dihadiri oleh para gubernur dan wali kota dari 40 negara di wilayah Asia Pasific. Mereka akan melakukan kongres mulai 13-15 September 2018 dengan agenda utama memilih Presiden untuk periode 2018-2022. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjadi calon tunggal di pemilihan itu nantinya. 

Selain memilih Presiden, sejumlah isu global menjadi agenda pembahasan. Di antaranya kota layak anak, Global Warming, smart city dan kearifan budaya lokal. Dari pembahasan isu global ini diharapkan bisa menciptakan inovasi sebagai solusi dan program pembangunan kota yang berkelanjutan.


Editor : Himas Puspito Putra