Dendam Masalah Jual Beli Tanah, Pria di Ponorogo Bunuh Tetangganya

Ahmad Subekhi ยท Kamis, 13 September 2018 - 22:39 WIB
Dendam Masalah Jual Beli Tanah, Pria di Ponorogo Bunuh Tetangganya

Mesiran, warga Desa Josari, Kecamatan Jetis, Ponorogo, pelaku pembunuhan terhadap Lasmi (75) tetangganya sendiri saat diinterogasi polisi di Mapolsek Jetis (Kamis (13/9/2018). (Foto: iNews/Ahmad Subekhi)

PONOROGO, iNews.id - Seorang pria di Ponorogo, Jawa Timur, tega membunuh perempuan lansia yang merupakan tetangganya sendiri. Korban dibunuh dengan sebongkah batu saat jalan kaki ke masjid. Diduga, pelaku dendam dengan korban karena masalah jual beli tanah.

Mesiran, warga Desa Josari, Kecamatan Jetis, Ponorogo ini, hanya bisa pasrah saat diinterogasi di depan penyidik Polsek Jetis, Kamis (13/9/2018) malam. Pria berumur 46 tahun ini diduga membunuh Lasmi, perempuan berumur 75 tahun yang tak lain adalah tetangganya sendiri.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga mengamankan sebongkah batu yang digunakan pelaku untuk memukul kepala korban.

Peristiwa pembunuhan ini terjadi di depan rumah pelaku. Saat korban hendak berangkat ke masjid, pelaku yang sudah menunggu langsung menyerang korban. Korban berusaha lari namun terjatuh. Saat korban terjatuh, pelaku memukul kepala korban dengan batu.

Aksi pelaku terhenti setelah diteriaki tetangga yang lain. Namun, kuatnya pukulan diduga menyebabkan korban tewas. “Tadi ada yang teriak minta tolong. Pas dilihat, Pak Mesiran itu sudah angkat batu begini. Korban lalu dipukul dua kali pakai batu sampai luka di bagian muka,” ucap salah seorang saksi di lokasi kejadian, Gilang, Kamis (13/9/2018).

Polisi yang datang ke lokasi langsung mengamankan pelaku dan barang bukti. Sementara, jenazah korban dibawa ke rumah sakit untuk divisum.

Kepada polisi, pelaku mengaku dendam dengan korban sejak 15 tahun silam. Sebab, tanah milik keluarga pelaku dijual kepada korban. Pelaku juga mengaku telah berulang kali menyerang rumah korban. Puncaknya, pelaku menyerang dan membunuh korban Kamis malam tadi.

Kapolsek Jetis, AKP Suwito mengatakan, pembunuhan ini bermotifkan dendam.  Pelaku merasa tanahnya diserobot oleh korban. “Ini 15 tahun lalu, tanah di depan rumah pelaku ini dibeli korban. Pelaku merasa tidak diajak ngomong dan tanahnya diserobot sehingga punya dendam terhadap korban,” kata Suwito.

Setelah divisum, jenazah korban diserahkan ke keluarganya dan dimakamkan di pemakaman umum desa setempat. Sementara, pelaku masih diamankan di Mapolsek Jetis.


Editor : Himas Puspito Putra