Menu Tradisional Ini Paling Disukai Delegasi UCLG ASPAC di Surabaya

Ihya' Ulumuddin ยท Jumat, 14 September 2018 - 11:17 WIB
Menu Tradisional Ini Paling Disukai Delegasi UCLG ASPAC di Surabaya

Delegasi UNCLG ASPAC sedang memesan aneka makanan yang dihidangkan Pemkot Surabaya. (Foto: iNews.id/Ihya Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id - Menu sate klopo paling disukai gelegasi manca negara pada acara welcome dinner peserta United Cities and Local Government Asia-Pacific (UCLG ASPAC) di Taman Surya Balai Kota Surabaya, Kamis (13/9/2018) tadi malam. Selain sate klopo, mereka terlihat sangat lahap menyantap hidangan lainnya yang disajikan panitia.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya juga menyajikan aneka kuliner tradisional lain.  Di antaranya soto ayam, sate ayam, rawon, bakso hitam, gado gado, nasi kuning, nasi kebuli, semanggi, kikil lontong dan minuman produk UKM surabaya. Namun, di antara aneka menu itu, sate klopo lah yang paling menyita perhatian peserta. 

"Ini enak sekali. Sungguh saya sangat suka. Ini bukan daging biasa. Enak sekali " kata delegasi asal Nepal Ashok Kumar Byanju Shrestha sambil memegang satu tusuk sate klopo di tangan. 

Saking senangnya, Ashok dan beberpaa delegasi lain mengaku habis beberapa tusuk. Mereka juga sempat bertanya bahan dan cara membuat sate klopo kepada delegasi asal Indonesia.

"Sate ini brebahan daging sapi dan ditaburi kelapa dan rempah. Setelah itu dibakar," kata seorang Liaison Officer (LO).

Acara welcome dinner memang disiapkan untuk menyambut para tamu UCLG ASPAC. Tak hanya aneka kuliner istimewa, mereka juga dihibur berbagai pertunjukan seni di halaman Balai Kota Surabaya.

Rombongan delegasi disambut tarian reog dan dadak merak. Tampak keceriaan menghiasi wajah dari para delegasi. Bahkan, mereka tak canggung untuk mengabadikan foto dengan beberapa penari.

Dalam sambutannya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengaku senang dengan kedatangan para peserta itu. "Kami bangga menyambut kedatangan bapak ibu sekalian.  Makanan di Surabaya ini sangat terkenal karena mempunyai taste yang bisa dinikmati semua orang Indonesia dan sebagian besar tamu kami dari berbagai Negara," kata Risma.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Risma dan beberapa perwakilan delegasi UCLG ASPAC juga meluncurkan revitalisasi public space hasil kerja sama Pemkot Surabaya dan UN Habitat. Dua public space yang sudah jadi sangat bermanfaat bagi masyarakat, sedangkan satunya masih dalam pengerjaan. "Mudah mudahan tahun depan sudah selesai," ujar Risma.

Di sela-sela launching, Wali Kota Risma turut memberikan kenang-kenangan berupa enam lukisan wajah para petinggi UCLG hasil karya anak-anak berkebutuhan khusus.

Bernardia Irawati selaku sekretaris umum UCLG ASPAC menuturkan, Surabaya merupakan kota yang sangat bagus dan maju di segala bidang dari tahun ke tahun. Dirinya pun mengaku senang bisa berkolaborasi dengan Surabaya karena terus bertransformasi dengan baik. “Terima kasih sudah menginsiprasi,” katanya.

Acara UCLG ASPAC ini akan digelar selama tiga hari, yaitu dari 13-15 September 2018. Melalui acara ini, Surabaya ingin menunjukkan kepada kota maupun negara lain bahwa Kota Pahlawan tidak hanya maju dari segi tata kelola kota dan infrastruktur, tetapi juga dijadikan sebagai daya tarik pariwisata melalui pertunjukan seni.


Editor : Muhammad Saiful Hadi