Polisi Akan Periksa Kejiwaan Pembunuh Lansia di Ponorogo

Ahmad Subekhi ยท Kamis, 14 September 2018 - 14:23 WIB
Polisi Akan Periksa Kejiwaan Pembunuh Lansia di Ponorogo

Mesiran, warga Desa Josari, Kecamatan Jetis, Ponorogo, pelaku pembunuhan terhadap Lasmi (75) tetangganya sendiri saat diinterogasi polisi di Mapolsek Jetis (Kamis (13/9/2018). (Foto: iNews/Ahmad Subekhi)

PONOROGO, iNews.id – Kepolisian Resor (Polres) Ponorogo, Jawa Timur (Jatim) sudah menetapkan tersangka kasus pembunuhan perempuan lansia di Desa Josari, Kecamatan Jetis. Tersangka kasus pembunuhan tersebut yaitu Mesiran (46).

Tersangka diketahui membunuh tetangganya bernama Lasmi (75) dengan sebongkah batu saat berjalan kaki ke masjid. Pelaku diduga dendam dengan korban karena masalah jual beli tanah, pada Kamis (13/9/2018).

Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Maryoko mengatakan polisi berencana memeriksa kejiwaan Mesiran. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pelaku tidak mengalami ganggung jiwa.

“Kami sudah tetapkan pelaku sebagai tersangka dan masuk ke proses penyidikan berdasarkan alat bukti yang cukup. Tersangka akan diperiksa psikiater Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Jatim,” kata Maryoko, Jumat (14/9/2018).

Dia menjelaskan peristiwa pembunuhan itu terjadi di depan rumah pelaku. Saat korban hendak berangkat ke masjid, pelaku yang sudah menunggu langsung menyerang korban. Korban berusaha lari namun terjatuh. Saat korban terjatuh, pelaku memukul kepala korban dengan batu.

BACA JUGA: Dendam Masalah Jual Beli Tanah, Pria di Ponorogo Bunuh Tetangganya


Aksi pelaku terhenti setelah diteriaki tetangga yang lain. Namun, kuatnya pukulan diduga menyebabkan korban tewas.

“Tadi ada yang teriak minta tolong. Pas dilihat, Pak Mesiran itu sudah angkat batu begini. Korban lalu dipukul dua kali pakai batu sampai luka di bagian muka,” ucap salah seorang saksi di lokasi kejadian, Gilang, Kamis (13/9/2018).

Polisi yang datang ke lokasi langsung mengamankan pelaku dan barang bukti. Sementara, jenazah korban dibawa ke rumah sakit untuk divisum.

Kepada polisi, pelaku mengaku dendam dengan korban sejak 15 tahun silam. Sebab, tanah milik keluarga pelaku dijual kepada korban. Pelaku juga mengaku telah berulang kali menyerang rumah korban. Puncaknya, pelaku menyerang dan membunuh korban Kamis malam tadi.

Kapolsek Jetis, AKP Suwito mengatakan, pembunuhan ini bermotifkan dendam. Pelaku merasa tanahnya diserobot oleh korban.

“Ini 15 tahun lalu, tanah di depan rumah pelaku ini dibeli korban. Pelaku merasa tidak diajak ngomong dan tanahnya diserobot sehingga punya dendam terhadap korban,” kata Suwito.

Setelah divisum, jenazah korban diserahkan ke keluarganya dan dimakamkan di pemakaman umum desa setempat. Sementara, pelaku masih diamankan di Mapolsek Jetis.


Editor : Muhammad Saiful Hadi