Toko di Pasar Besar Kencong Jember Dibobol Maling, Puluhan Juta Raib

Bambang Sugiarto ยท Minggu, 16 September 2018 - 10:24 WIB
Toko di Pasar Besar Kencong Jember Dibobol Maling, Puluhan Juta Raib

Polisi memeriksa toko busana yang dibobol maling di Pasar Besar Kencong, Jember, Jawa Timur, Minggu (16/9/2018) dini hari tadi. (Foto: iNews/Bambang Sugiarto)

JEMBER, iNews.id - Sebuah toko busana di Pasar Besar Kencong, Jember, Jawa Timur, disatroni pencuri, Minggu (16/9/2018) dini hari tadi. Kawanan pencuri tersebut masuk dengan merusak keramik dan gembok toko. Puluhan juta rupiah berikut beberapa busana muslim raib digondol pencuri.

Pagi tadi, toko busana muslim milik Fatimah, di kompleks Pasar Besar Kencong Jember, itu mendadak ramai dengan kerumunan orang dan aparat kepolisian. Para pedagang datang untuk melihat penyelidikan polisi atas kasus pencurian yang terjadi di toko itu.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh Suminah, yang tokonya bersebelahan dengan toko milik korban. Saat hendak membuka tokonya, Suminah kaget lantaran melihat toko milik Fatimah sudah dalam keadaan terbuka dan keramiknya hancur berhamburan.

“Saya kan baru datang mau buka toko. Lah kok terus saya lihat pintu tokonya Mbak Fatimah itu terbuka. Awalnya saya kira orangnya sudah datang. Terus saya coba panggil. Ternyata lampunya juga masih mati. Terus saya lihat keramiknya pada pecah,” kata Suminah, Minggu (16/9/2018).

Suminah pun langung memanggil temannya yang tak jauh dari lokasi. Dan benar saja, saat di lihat dari dekat tokot busana itu ternyata memang telah dibobol pencuri. “Terus saya panggil teman saya. Ternyata betul ada yang buka (maling) tadi malam,” ucapnya.

Aparat kepolisian yang menerima laporan warga langsung mendatangi toko tersebut dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Diduga pencuri tersebut lebih dari satu orang. Apalagi jika melihat kerusakan berikut jumlah barang yang dijarah.

Kasus pembobolan toko ini merupakan yang kesekian kali terjadi di kompleks Pasar Besar Kencong Jember. Kawanan pencuri diduga melakukan aksinya malam hari.


Editor : Himas Puspito Putra