Hindari Razia, Angkot Hasil Begal Terguling dan Tewaskan Pemotor

Hana Purwadi ยท Kamis, 16 September 2018 - 19:25 WIB
Hindari Razia, Angkot Hasil Begal Terguling dan Tewaskan Pemotor

Petugas Satlantas Polres Probolinggo mengecek bangkai angkuta kota hasil begal yang kecelakaan di jalur Pantura Probolinggoi. (Foto: iNews.id/Hana Purwadi)

PROBOLINGGO, iNews.id – Kecelakaan maut terjadi di jalur Pantura Desa Cura Sawo, Kecamatan Gending, Probolonggo, Jawa Timur, Minggu (16/9/2018). Angkutan kota (Angkot) nopol W 1585 UN yang diduga hasil dari membegal terguling dan menabrak seorang pengendara sepeda motor.

Akibat kecelakaan itu, Muhasin, pengendara sepeda motor yang beralamat di Desa Pendil, Kecamatan Banyuanyar, Probolinggo tewas seketika di lokasi kejadian. Sedangkan satu penumpang angkot yang merupakan pelaku begal mengalami luka serius dan harus mendapat perawatan medis di RSUD Waluyo Jati. Sementara tiga pelaku lainnya berhasil melarikan diri.

Belum diketahui pasti penyebab kecelakaan maut tersebut, namun dugaan sementara karena sopir angkot sekaligus pelaku begal ketakutan dan berusaha menghindari patroli polisi di jalur transnasional tersebut.

Kasatlantas Polres Probolinggo, AKP Ega Prayudi mengatakan, terungkapnya kasus begal ini berawal dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) Satlantas Polres Probolinggo yang menemukan ada unsur kejahatan dalam kasus kecelakaan tersebut.

“Sopir angkot ini diduga ketakutan saat ada patroli polisi. Angkot yang melaju dari arah barat menuju Situbondo ini melaju dalam kecepatan tinggi. Karena tidak bisa menguasai kendaraan, angkot tersebut terguling beberapa kali dan kemudian menyambar pemotor dari arah berlawanan,” kata Kasatlantas.

BACA JUGA:

Bus Tabrak Truk dan Terguling di Tol Kanci-Pejagan, 3 Tewas 25 Terluka

Truk Galon Tabrak 7 Kendaraan di Pasuruan, 3 Orang Luka Berat

Polisi yang saat itu sedang patroli dengan cepat mengevakuasi korban dan melakukan olah TKP. Tak lama kemudian ada seorang warga, Subi (65) warga Kaliom Lor, Surabaya melapor ke Mapolsek Dringu kalau dirinya mengku angkotnya dirampas empat pelaku. Subi kemudian dibuang di areal persawahan Kecamatan Dringu.

Dalam laporanya, kata Kasatlantas, sopir angkot yang mangkal di kawasan Sidoarjo ini disewa empat orang untuk diantar ke Probolinggo dengan ongkos sebesar Rp300.000.

“Saat di tengah jalan pantura, tiba-tiba korban disekap para pelaku dan dibuang ke sawah. Kemudian angkotnya dibawa kabur. Setelah dilakukan koordinasi, ternyata benar angkot yang terlibat kecelakaan tersebut adalah agkot hasil kejahatan,” kata Kasatlantas.

Dia mengatakan, razia rutin di jalur Pantura Probolinggo ini menindaklanjuti perintah kapolres agar seluruh jajaran siaga dan melakukan antisipasi begal. “Berawal dari atensi kapolres untuk antisipasi begal. Kami (Satlantas) kemudian menggelar patroli di jalur pantura siang, malam hingga dini hari. Mungkin salah dan takut akhirnya sopir angkot ini panik hingga terjadi kecelakaan. Kasus kejahatannya kita serahkan ke unit Reskrim. Sedangkan kasus kecelakaan kita yang tangani,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki