3 Bocah di Surabaya Jadi Perampas Hp Hanya untuk Nongkrong di Warkop

Sony Hermawan ยท Rabu, 13 November 2019 - 08:50 WIB
3 Bocah di Surabaya Jadi Perampas Hp Hanya untuk Nongkrong di Warkop

Tiga bocah pelaku perampasan ponsel di Surabaya diamankan polisi. (Foto: iNews/Sony Hermawan).

SURABAYA, iNews.id - Polisi menangkap tiga bocah yang merupakan komplotan spesialis perampasan Hp atau ponsel di sekitar wilayah Sukomanunggal, Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim). Para pelaku berstatus anak di bawah umur yang juga mengincar bocah seumuran mereka sebagai targetnya.

Kapolsek Sukomanunggal, Kompol Muljono mengatakan, target pelaku ini anak-anak remaja yang berjalan kaki atau mengendarai motor sendirian. Begitu dapat, komplotan yang berjumlah 10 orang ini pun langsung mencegat.

"Jadi mereka hentikan korban. Lalu merampas ponsel dan memukuli korbannya," kata Muljono kepada wartawan di Mapolsek Sukomanunggal, Kota Surabaya, Jatim, Rabu (13/11/2019).

BACA JUGA: Polisi Tangkap Begal Driver Taksi Online di Palembang, Satu Pelaku Buron

Para pelaku masing-masing berinisial NAM (15), AF (13) dan SAP (12). Ketiganya merupakan warga Dukuh Pakis Kota Surabaya. Polisi juga menangkap seorang pria Agus Joko (32) asal Bojonegoro, diduga penadah barang curian.

Barang hasil rampasan tersebut dijual kepada Agus Joko. Kemudian uang hasil penjualan tersebut dipakai oleh para bocah itu untuk sekadar nongkrong di warung kopi (warkop).

"Pengakuannya sudah berulang kali. Tapi baru kali ini ketahuan. Karena memang korban berani melapor ke polisi, sehingga petugas bisa langsung melacak para pelaku," ujarnya.

BACA JUGA: Driver Taksi Online di Palembang Kritis Ditusuk Penumpang, Ada 23 Luka Tikaman

Polisi kini masih memburu seorang pelaku berinisial NDC, merupakan salah satu rekan ketiga bocah tersebut. Dari keterangan mereka, NDC merupakan pimpinan kelompok mereka yang kerap memunculkan ide aksi kriminal.

"Itu yang punya ide NDC, Pak. Saya ikut saja untuk solidaritas," kata AF.

Lantaran masih di bawah umur, tiga pelaku perampasan ponsel ini akan dititipkan di lembaga pemasyarakatan khusus anak, dan menunggu proses hukum lebih lanjut.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal