3 Grup Gay di Facebook Resahkan Warga Bojonegoro, Anggotanya Pelajar

Dedi Mahdi ยท Kamis, 11 Oktober 2018 - 18:16 WIB
3 Grup Gay di Facebook Resahkan Warga Bojonegoro, Anggotanya Pelajar

Komunitas gay kini marak beredar di media sosial Facebook di Bojonegoro, Jawa Timur. (Foto: iNews.id/Dedi Mahdi)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

BOJONEGORO, iNews.id - Setelah publik dihebohkan dengan komunitas gay di media sosial di Tasikmalaya dan Garut, Jawa Barat, kini fenomena serupa mewabah ke Bojonegoro, Jawa Timur. Komunitas pencinta sesama jenis ini juga mulai membuka diri.

Mereka bahkan berani membuat akun maupun grup gay di media sosial Facebook. Ironisnya, grup yang berisi ratusan anggota tersebut mayoritas remaja mulai pelajar hingga mahasiswa. Keberadaan komunitas penyuka sesama jenis atau gay tersebut mulai meresahkan masyarakat Bojonegoro.

Dari hasil pencarian grup di Facebook, diketahui terdapat sejumlah komunitas gay di daerah tersebut, seperti grup gay Bojonegoro, gay Bojonegoro, serta gay Bojonegoro Barat. Salah grup tersebut memiliki lebih dari 150 anggota, serta mendapat banyak like dari pengguna Facebook.

“Ya, hasil penelusuran saya ada tiga grup gay di Bojonegoro. Masing-masing grup punya 150 anggota. Rata-rata masih pelajar dan mahasiswa,” kata Yudi Handoko, warga Bojonegoro, Kamis (11/10/2018).

BACA JUGA:

Heboh Grup Gay Siswa SMP-SMA di Garut, Anggotanya 2 Ribuan Orang

Viral Grup Gay Pelajar SMP, Ratusan Kasek di Garut Deklarasi Anti-LGBT

Sejumlah grup Facebook dibuat secara terbuka dan bisa diakses semua orang, bahkan sejumlah gambar tak senonoh juga terlihat di beranda media sosial tersebut. Beberapa obrolan di komentar juga memperlihatkan komunikasi antargay, seperri tukar nomor WhatsApp maupun ajakan untuk ketemuan atau kopi darat (kopdar).

Yang lebih mencengangkan lagi, dilihat sejumlah profil anggota mereka rata-rata masih remaja mulai pelajar hingga mahasiswa. Tidak hanya di grup, namun sejumlah pengguna pribadi juga secara terang-terangan mengaku sebagai penyuka sesama jenis.

Sementara itu, pihak Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bojonegoro belum bisa dimintai keterangan terkait dengan keberadaan komunitas gay tersebut.


Editor : Kastolani Marzuki