3 Tewas dan 16 Luka Insiden Surabaya Membara, Begini Penjelasan Pemkot

Ihya' Ulumuddin · Jumat, 09 November 2018 - 23:34 WIB
3 Tewas dan 16 Luka Insiden Surabaya Membara, Begini Penjelasan Pemkot

Belasan penonton drama kolosal Surabaya Membara terjatuh dari jembatan viaduck saat melihat KA datang. (Foto: istimewa)

SURABAYA, iNews.id – Jumlah korban luka dalam insiden drama kolosal "Surabaya Membara" di kawasan Tugu Pahlawan, Surabaya, Jatim, Jumat (9/11/2018) terus bertambah. Dari data Linmas Pemkot Surabaya, hingga malam ini sudah 16 korban luka yang dievakuasi ke sejumlah rumah sakit.

Insiden itu juga mengakibatkan tiga orang tewas. Satu korban tewas diketahui siswi kelas III SD. Namun identitas korban belum bisa diketahui karena tidak ada kartu identitas yang dibawa.

Plt Kepala Linmas Pemkot Surabaya, Edi Kristijanto mengatakan, jumlah korban luka yang berhasil dihimpun tercatat 16 orang. “Tapi, kami masih terus mencari korban lain karena massa banyak sekali,” katanya dihubungi iNews.id, Jumat malam.

Menurut Edi, belasan korban luka itu kini dirawat di beberapa rumah sakit, antara lain RSUP Dr Soetomo, RS Suwandie, dan RS PHC. “Sudah kita evakuasi ke beberapa rumah sakit untuk ditangani,” ucapnya.

Edi menuturkan, drama kolosal Surabaya Membara itu diinisiasi Pemprov Jatim. “Pemkot tidak dilibatkan dalam acara itu, yang mengadakan Pemprov Jatim. Pemkot juga tidak dimintai petugas keamanan dan kesehatan. Jadi tidak tahu dengan kejadian itu,” katanya.

BACA JUGA:

Korban Tewas Nonton Drama Surabaya Membara Jadi 3 Orang, 7 Luka-Luka

3 Orang Jatuh dari Viaduck saat Nonton Drama Surabaya Membara, 1 Tewas

Sutradara Drama Kolosal Taufik Monyong mengatakan, drama kolosal diadakan itu digelar tiap malam tanggal 9 November untuk memperingati Hari Pahlawan. “Kami tidak menyangka akan terjadi insiden ini,” ucapnya.

Untuk diketahui, acara drama kolosal digelar dalam rangka peringatan Hari Pahlawan. Drama ini menceritakan pertempuran 10 November antara Arek-Arek Suroboyo dengan tentara sekutu.

Acara tersebut dipusatkan di Jalan Pahlawan depan Kantor Gubernuran samping Tugu Pahlawan. Akses utama pun ditutup selama berlangsungnya acara. Massa biasanya menonton di sekeliling kantor gubernuran namun sebagian besar mereka melihat dari atas viaduck. “Kejadian pas di acara. Acara mulai jam 19.30 WIB, kejadian sekitar 20.30 WIB,” ucap Bejo, salah seorang penonton.


Editor : Kastolani Marzuki