4 Penyelenggara Tur Jihad untuk Aksi People Power Diamankan Polda Jatim

Ihya' Ulumuddin ยท Senin, 20 Mei 2019 - 12:55 WIB
4 Penyelenggara Tur Jihad untuk Aksi People Power Diamankan Polda Jatim

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan memberikan keterangan kepada wartawan di Mapolda Jatim mengenai pengamanan sejumlah penyelenggara Tur Jihad, Senin (20/5/2019). (Foto: iNews.id/Ihya' Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id – Jumlah penyelenggara Tur Jihad Jakarta yang diamankan Polda Jatim bertambah menjadi empat orang. Minggu malam (19/5/2019), penyidik Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim mengamankan dua orang berinisial M dan C.

Kedua orang tersebut merupakan rekan M Ronni dan Penni Lestari, dua penyelenggara tur jihad Jakarta yang diamankan lebih dulu, Minggu (19/5/2019). Hasil penyelidikan polisi, keempat orang tersebut bekerja sama menyelenggarakan tur jihad Jakarta untuk memobilisasi massa dalam aksi people power, Rabu 22 Mei mendatang.

“Empat orang ini punya peran berbeda-beda. Ada yang membuat akun, menyiapkan konsumsi, kendaraan, menghimpun dana, serta yang menjadi koordinator. Ada satu lagi berperan sebagai bendahara berisinial A. Tetapi belum kami periksa karena yang bersangkutan ada di rumah sakit,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, Senin (20/5/2019).

BACA JUGA:

Koordinator Tour of Jihad Serahkan Diri ke Polda Jatim

Polda Jatim Pulangkan 1.200 Orang Massa Aksi People Power dari Berbagai Daerah

Luki mengatakan, keempat orang tersebut saat ini masih dalam status terperiksa. Meski begitu, pemeriksaan secara marathon masih terus dilakukan.

“Kami mengarahkan ke Pasal 160 KUHP (tentang penghasutan di muka umum dengan lisan atau tulisan dan melakukan kekerasan pada penguasa) dan Pasal 161 Junto 53 KUHP. Ancaman hukumannya di atas lima tahun. Jadi bisa ditahan,” katanya.

Namun, untuk kelanjutan status keempat terperiksa itu, penyidik, kata Luki masih menunggu telaah dari para ahli. Mulai dari ahli bahasa maupun juga ahli pidana. “Jadi sekarang masih koordinasi dengan saksi ahli. Nanti diputuskan,” katanya.

Tak hanya itu, penyidik saat ini juga masih menelurusi aktor intelektual dalam upaya mobilisasi massa lewat tur jihad tersebut. Sebab, berdasarkan sistem kerja mereka, para penyelenggara tur jihad ini sangat terorganisasi dan berjejaring.

Sebelumnya beredar informasi mobilisasi massa di Jatim yang akan bergerak menuju Jakarta untuk mengawal pengumuman KPU. Ajakan mobilisasi massa ini diberi nama “Tour of Jihad”.

Ada beberapa jenis paket yang ditawarkan. Pertama, bus besar isi 50 orang, dengan biaya Rp450.000. Kedua, paket bus mini berisi 30 orang seharga Rp400.000. Paket ketiga, mobil Elf berkapasitas 12 orang seharga Rp600.000. Paket keempat mobil Toyota Avanza, Daihatsu Xenia atau Suzuki Ertiga, berkapasitas enam orang dengan biaya Rp600.000.

Tur berangkat dari Surabaya menuju Jakarta pada 19 Mei pukul 06.00 WIB. Kemudian pulang dari Jakarta ke Surabaya pada 23 Mei di waktu subuh.


Editor : Maria Christina