45 Desa di Kabupaten Pacitan Kekeringan, BPBD dan PDAM Salurkan Air Bersih

Ihya' Ulumuddin ยท Selasa, 09 Juli 2019 - 14:16 WIB
45 Desa di Kabupaten Pacitan Kekeringan, BPBD dan PDAM Salurkan Air Bersih

Warga saling berebut air bersih bantuan dari pemerintah. (Foto ilustrasi: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id – Sebanyak 45 desa di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur (Jatim), berpotensi dilanda kekeringan. Saat ini, warga mulai kesulitan mendapatkan air bersih dan telah mendapat bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bekerja sama dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat.

Kepala Bidang Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Rita Rosita S mengatakan, berdasarkan laporan yang dihimpun dari BPBD Kabupaten Pacitan, dari 45 desa itu, 13 desa di antaranya berpotensi mengalami kering kritis. Kemudian, lima desa berpotensi mengalami kering langka terbatas dan lima desa lagi mengalami kering langka.

“Adapun 13 desa berpotensi kering kritis, antara lain di Desa Jlubang, Desa Pelem, Desa Ngadirejan, Desa Sugih waras, Desa Pucangsewu, Desa Sambong, Desa Ponggok, Desa Tambakrejo, Desa Borang, Desa Pager Kidul, Desa Sudimoro, Desa Sembowo, dan Desa Karang Mulyo,” kata Rita Rosita dalam siaran persnya, Selasa (9/7/2019).

BACA JUGA:

Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Berpotensi Alami Kekeringan Ekstrem

Kekeringan Meluas, Warga Mojokerto Antre Air Bersih

Sementara lima desa yang berpotensi mengalami kering langka terbatas, antara lain Desa Punung, Desa Mendolo Lor, Desa Ploso Kecamatan Punung, Desa Gembong, dan Desa Temon. Selanjutnya, lima desa berpotensi mengalami kering langka, yakni Desa Mantren, Desa Jatimalang, Desa Ploso Kecamatan Tegalombo, Desa Ngreco, dan Desa Gemaharjo.

Untuk membantu warga yang kesulitan mendapatkan air bersih, BPBD Kabupaten Pacitan dan PDAM telah menyalurkan air bersih ke wilayah-wilayah yang kekeringan.

“Sampai dengan 9 Juli 2019, BPBD Kabupaten Pacitan bekerja sama dengan PDAM telah menyalurkan 51 mobil tangki air di 14 desa yang mengalami kekeringan,” kata Rita Rosita.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya juga telah menyebutkkan, sebagian besar wilayah di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, berpotensi mengalami kekeringan dengan kriteria panjang hingga ekstrem.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Herizal mengimbau masyarakat agar waspada dan berhati-hati terhadap kekeringan yang bisa berdampak pada sektor pertanian dengan sistem tadah hujan, pengurangan ketersediaan air tanah atau kelangkaan air bersih, hingga peningkatan potensi kemudahan terjadinya kebakaran.


Editor : Maria Christina