5 Anggota Sindikat Pemalsu Dokumen di Sidoarjo Ditangkap Polisi

Antara ยท Senin, 03 Desember 2018 - 18:14 WIB
5 Anggota Sindikat Pemalsu Dokumen di Sidoarjo Ditangkap Polisi

Ilustrasi kasus pemalsuan. (Foto: Okezone)

SURABAYA, iNews.id - Ditreskrimum Polda Jawa Timur menangkap lima orang tersangka sindikat pembuat dokumen palsu di Sidoarjo. Sindikat ini biasa melayani pembuatan berbagai dokumen palsu mulai dari KTP hingga surat nikah.

Direktur Ditreskrimum Polda Jatim Kombes Gupuh Setiono mengatakan, penangkapan terhadap lima orang yakni AB (46), YP (35), L (36), JS (44), dan TB (47) itu berawal dari informasi masyarakat pada 13 November lalu terkait adanya sindikat pembuat dokumen palsu dan menangkap dua orang tersangka, YP dan AB.

"Setelah kami melakukan pemeriksaan lebih dalam terhadap YP dan AB, mereka mengaku pernah membuat KTP palsu untuk nasabah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) agar bisa digunakan untuk melakukan peminjaman dengan hanya menggunakan KTP dan kartu keluarga (KK) palsu di BPR di Surabaya dan Sidoarjo," katanya di Mapolda Jatim, Surabaya, Senin (3/12/2018).

Setelah didalami, polisi menangkap tersangka S alias JS dan TB di daerah Pasar Puspo Argo, Kecamatan Taman, Sidoarjo serta mengamankan buku nikah palsu yang dipesan oleh L. Gupuh menjelaskan, dalam pembuatan dokumen palsu, YP dan AB bertindak sebagai perantara yang mencari dan menerima pesanan untuk membuat KTP dan KK palsu dengan harga Rp1,4 juta.

Kedua tersangka itu memesan kepada seseorang yang berinisial H saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dengan harga Rp1 juta. YP dan AB juga mematok tarif untuk buku nikah palsu dengan harga Rp1 juta dan memesannya kepada L dengan harga Rp600.000. “Selanjutnya tersangka L memesan ke pelaku TB dan JS yang membuat dokumen palsu seharga Rp400.000,” katanya.

Adapun barang bukti diamankan dari para tersangka adalah satu buah LCD, satu PC, satu buah printer, satu paket alat tulis, empat buah bantalan stempel dan 22 buah stempel palsu dari berbagai instansi.

Selain itu, polisi juga mengamankan 274 lembar kartu keluarga palsu yang 150 di antaranya sudah dicetak. Lima lembar buku nikah, tiga akta kelahiran, enam buku nikah palsu, 68 lembar kartu surat pemberitahuan pajak (SPT) dan akta tanah yang dijaminkan kepada bank.

Gupuh menjelaskan, sindikat ini sudah tiga tahun melakukan pemalsuan dokumen. Sindikat ini juga merupakan satu di antara tiga jaringan besar yang yang membuat dokumen palsu. "Kalau melihat dokumen, ada ratusan bahkan ribuan. Kami sedang mendalami keterlibatan pihak-pihak seperti dari pihak kreditur atau dari berbagai instansi yang namanya dicatut di sini," katanya pula.

Atas perbuatannya kelima tersangka dijerat Pasal 263 Juncto Pasal 55 dan 56 KUHP.


Editor : Himas Puspito Putra