5 Fakta Gempa Situbondo, Goncangan Dirasakan di 18 Kabupaten/Kota

Antara, Bayu Pradhana, Dony Aprian ยท Kamis, 11 Oktober 2018 - 13:58 WIB
5 Fakta Gempa Situbondo, Goncangan Dirasakan di 18 Kabupaten/Kota

Warga di Probolinggo saat membersihkan puing bangunan rumah yang roboh akibat gempa. (Foto: iNews/Hana Purwadi)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

JAKARTA, iNews.id – Gempa Situbondo yang turut dirasakan belasan daerah lainnya di Jawa Timur, termasuk Bali hingga Lombok Barat masih menimbulkan rasa trauma di kalangan masyarakat. Gempa itu masuk kategori skala III hingga V MMI (Modifield Mercalli Intensity), artinya getaran dari goncangannya sangat terasa hingga membuat bangunan bergoyang.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,47 LS dan 114,43 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 55 Kilometer (Km) arah timur laut Kabupaten Situbondo. Gempa ada di kedalaman 12 Km dan tidak berpotensi tsunami.

BMKG juga merilis, gempa yang terjadi di Situbondo digolongkan sebagai gempa jenis dangkal. Gempa ini dibangkitkan oleh adanya deformasi batuan kerak dangkal dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).


BACA JUGA:

Gempa Guncang Jawa Timur dan Bali, Tiga Tewas

Gempa 6,3 SR di Jatim, 3 Warga Sumenep Tewas dan 8 Luka


"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal yang diperkirakan akibat aktivitas patahan di zona back arc thrust," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono di Jakarta, Kamis (11/10/2018).

Kepala Bidang Info Gempa dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, gempa ini dirasakan paling parah di Situbondo dan Sumenep. Getaran gempa juga dirasakan hingga ke Pulau Bali dan menyebabkan sejumlah bangunan rusak.

Berikut sejumlah fakta gempa Situbondo yang dirangkum iNews.id

1. Kekuatan gempa 2 kali dimutakhirkan

Gempa bumi tektonik dekat Situbondo awalnya dilaporkan berkekuatan 6,4 skala richter (SR), yang terjadi Kamis (11/10/2018) pukul 01.44 WIB. Kemudian dimutakhirkan menjadi 6,3 SR pukul 01.57 WIB. Selanjutnya, setelah pengolahan dilengkapi dengan data gempa, hasil catatan dari 156 sensor seismic diperoleh magnitude hasil pemutakhiran menjadi berkekuatan M=6,0 atau 6 SR.


2. Dirasakan di 18 Kabupaten/Kota

Getaran gempa tak hanya dirasakan kuat di Situbondo, namun juga tiga pulau di wilayah Jatim. Data BMKG, ada 18 kabupaten/kota yang merasakan dampak gempa skala III dan IV MMI. Yakni Denpasar, Karangkates (Malang), Gianyar, Lombok Barat, Mataram, Pandaan, Sumenep, Situbondo, Jember, Banyuwangi, Lumajang, Probolinggo, Bondowoso, Pasuruan, Malang, Sidoarjo, Surabaya, Gresik, Mojokerto, Nusa Dua.

3. Menelan korban jiwa

Peristiwa gempa bumi ini menelan tiga korban jiwa dan delapan terluka. Korban tewas merupakan warga Sumenep yang sedang tidur saat gempa terjadi sehingga tidak sempat menyelamatkan diri saat bangunan roboh. Identitasnya yakni Nuril Kamiliya (L/7), H Nadhar (P/55), dan laki-laki dewasa masih diidentifikasi. Ketiganya warga Desa Prambanan, Kecamatan Gayam, Sumenep.


4. Gempa Susulan Terus Terjadi

Usai gempa berkekuatan 6,0 SR Kamis (11/10/2018) pukul 01.44 WIB, telah terjadi belasan gempa susulan hingga pagi ini. BMKG Juanda di Sidoarjo mencatat terjadi 17 kali gempa susulan dengan kekuatan terbesar 3,5 SR dan terkecil 2,4 SR.

5. Respons Cepat Pemprov Jatim

Gubernur Jatim Soekarwo mengimbau para korban gempa di Situbondo dan Sumenep tidak risau karena pemprov dan pemkab menjamin seluruh kebutuhan korban terdampak. Kerusakan bangunan, biaya pengobatan di rumah sakit, serta bantuan logistik akan ditanggung Pemprov Jatim dan pemerintah kabupaten/kota.


Editor : Donald Karouw