5 Pejabat Pemprov Jatim Segera Dipanggil terkait Korupsi PT Jamkrida

Ihya' Ulumuddin ยท Rabu, 07 November 2018 - 12:43 WIB
5 Pejabat Pemprov Jatim Segera Dipanggil terkait Korupsi PT Jamkrida

Ilustrasi korupsi. (Foto: Sindonews)

SURABAYA, iNews.id – Kasus dugaan korupsi di PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Jawa Timur (Jatim) senilai Rp6,3 miliar semakin terang. Hasil penyelidikan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim, ada indikasi penyimpangan oleh para pejabat di lingkungan Pemprov Jatim maupun perusahaan milik daerah tersebut.

Untuk membongkar kasus ini, penyidik Kejati akan memanggil lima pejabat di lingkungan Pemprov Jatim. Mereka merupakan pihak-pihak yang diduga mengetahui pencairan dan distribusi dana Rp6,3 miliar dari salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu.

“Sepanjang orang itu punya keterkaitan langsung dengan dugaan korupsi di PT Jamkrida, kami akan periksa. Termasuk Gubernur Jatim (Soekarwo) kalau ada keterkaitan langsung, juga akan kami periksa,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Jatim Richard Marpaung, Rabu (7/11/2018).


BACA JUGA: Soekarwo Minta Kejati Usut Penyimpangan Dana PT Jamkrida Rp6,3 Miliar


Namun, Richard enggan merinci siapa saja kelima orang tersebut. Mereka akan diperiksa pekan depan untuk menindaklanjuti proses penyelidikan dan pulbaket yang telah dilakukan Kejati, setelah mendapat laporan dari Pemprov Jatim.

Richard hanya memastikan bahwa pihaknya akan menuntaskan tahapan penyidikan. “Makanya kami terus melakukan pemeriksaan saksi-saksi sehingga bisa menetapkan tersangka,” ujar Richard.

Kasus dugaan korupsi di PT Jamkrida tersebut berawal dari temuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dari audit OJK ditemukan, pada tahun 2016 ada dana Rp6,3 miliar yang keluar dari PT Jamkrida Jatim yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Dana itu awalnya diperuntukkan bagi debitur yang mengalami gagal bayar. Namun oleh oknum di PT Jamkrida Jatim, dana digunakan untuk keperluan lain. Sejauh ini masih ada satu orang oknum di PT Jamkrida yang diduga melakukan penyelewengan.

Sebelumnya, Gubernur Jatim Soekarwo juga mengaku geram dengan dugaan penyimpangan di PT Jamkrida. Bahkan, orang nomor satu di Jatim ini meminta Kejati segera membongkar kasus ini dan mengamankan para pelaku.

“Saya sudah baca dikit PT Jamkrida ada permasalahan. Kesalahan terjadi dilakukan oleh pimpinan eksekutif PT Jamkrida. Karena itu, kami serahkan ke proses hukum sesuai dengan asas demokrasi,” kata Pakde Karwo, sapaan akrab Soekarwo.

Soekarwo juga meminta aset pimpinan PT Jamkrida Jatim supaya disita untuk menutup kerugian yang dialami salah satu BUMD Jatim itu. “Nantinya asetnya setelah disita akan dilelang. Mudah-mudahan cukup untuk menutupi kerugian,” ujar gubernur Jatim dua periode ini.


Editor : Maria Christina