584 Desa di Selatan Jawa Terancam Tsunami, BNPB Safari Desa Tangguh Bencana

Antara ยท Kamis, 18 Juli 2019 - 19:52 WIB
584 Desa di Selatan Jawa Terancam Tsunami, BNPB Safari Desa Tangguh Bencana

Tim Ekspedisi Destana BNPB memasang papan peringatan daerah rawan tsunami di Kabupaten Blitar, Jawa Timur. (Foto: istimewa)

BLITAR, iNews.idTsunami yang mengintai pesisir selatan Pulau Jawa disikapi serius Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan menggelar Ekspedisi Desa Tangguh Bencana (Destana) di ratusan desa.

Kepal Sub Direktorat Peran Masyarakat Direktorat Pemberdayaan Masyarakat BNPB, Pangarso Suryotomo mengatakan, BNPB terus menekankan pentingnya kesadaran masyarakat akan ancaman bencana tsunami terutama pada warga yang tinggal di pesisir.

"Masyarakat ternyata masih butuh sosialisasi. Yang pasti ringan tapi tahu akan ancamannya. Kami tidak menakuti orang, tapi memberikan pemahaman bahwa lokasi yang ditinggali rawan tsunami," kata Pangarso Suryotomo di Blitar, Jawa Timur, Rabu (17/7/2019).

Dia mengatakan, dalam program ini menitikberatkan pada lokasi di pesisir pantai yang dinilai rawan bencana tsunami. Dengan total, terdapat 584 desa mulai dari Kabupaten Banyuwangi sampai Serang, Banten.

Dari jumlah itu, banyak di Pulau Jawa, karena jumlah penduduk di Pulau Jawa banyak yang tinggal di pesisir selatan serta banyak daerah yang menjadi objek wisata.

Pangarso menjelaskan, kegiatan penguatan ketangguhan bencana di pesisir selatan Jatim dilakukan pada 12-22 Juli 2019, diawali dari Banyuwangi hingga Pacitan.

Diaa berharap dengan program ini bisa semakin meningkatkan kesadaran masyarakat akan ancaman bencana. Salah satu kejadian yang membuat BNPB selalu siaga, adalah kejadian tsunami di pesisir Pandeglang, Banten, pada akhir 2018, karena ternyata mayoritas korban adalah pendatang dan wisatawan.

Saat ini, tim Ekspedisi Destana Tsunami 2019 dari BNPB sudah sampai di Kabupaten Blitar. Tim menuju ke Desa Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto. Lokasi ini dipilih karena dekat dengan pantai dan masuk daerah rawan bencana tsunami.

BACA JUGA:

Pakar BPPT: Waspadai Tsunami 20 Meter di Pantai Cilacap hingga Jawa Timur

Pakar Tsunami Sebut Gempa Bermagnitudo 8,8 Berpotensi Terjadi di Selatan Jawa

Dia mengatakan, tim telah mengadakan evaluasi dari program yang dimulai di Kabupaten Banyuwangi hingga di Malang, bahwa masyarakat sangat antusias dan berharap ada pelatihan penanggulangan bencana seperti ini berulang kali. Namun, untuk saat ini BNPB hanya "membuka jalan" dan untuk pelatihan selanjutnya bisa dilakukan oleh BPBD di daerah.

"Masyarakat sangat respek dan banyak yang harapkan ada seperti ini berulang kali dan nantinya bisa diteruskan oleh BPBD setempat," kata anggota tim Ekspedisi Destana Tsunami 2019 tersebut.


Untuk program ini, kata Pangarso, BNPB tidak memasang serta alat pendeteksi yakni early warning system, melainkan hanya memasang papan peringatan. Tim Ekspedisi ini lebih menekankan tentang kesiapan manusia, agar mereka memahami tentang ancaman bencana.

"Yang penting bukan alatnya tapi kesiapan manusianya. Jika tidak memahami ancaman tidak ada artinya. Di Jepang, 96 persen masyarakat selamat karena dirinya sendiri, keluarga dan tetangga, sehingga kami mencoba edukasi mereka untuk tahu," kata dia.

Bupati Blitar Rijanto mengaku pemerintah kabupaten sangat terbantu dengan adanya kunjungan tim dari Ekspedisi Destana Tsunami dari BNPB tersebut. Pemerintah juga berkomitmen akan menindaklanjuti hasil sosialisasi ini dengan pemasangan rambu untuk membuat jalur evakuasi di masing-masing wilayah.

"Nanti akan kami tindaklanjuti dengan pemasangan rambu untuk membuat jalur evakuasi di masing-masing wilayah," kata Bupati. 

Gelombang tsunami setinggi 20 meter itu berpotensi melanda kawasan pantai Cilacap hingga Jawa Timur itu sebelumnya diungkapkan Pakar Tsunami dari Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT) Widjo Kongko.

Dia memprediksi gempa megathrust dengan Magnitudo 8,8 di selatan Pulau Jawa bisa memicu terjadinya gelombang tsunami mulai Cilacap hingga Jawa Timur. 

Gelombang tsunami tersebut memiliki potensi ketinggian 20 meter dengan jarak rendaman sekitar 3-4 km. Gelombang tsunami akan tiba dalam waktu sekitar 30 menit usai terjadi gempa besar. 

 


Editor : Kastolani Marzuki