8 Fakta Miris Siswa SD Perkosa Siswi SMA hingga Hamil di Probolinggo

Hana Purwadi ยท Selasa, 16 April 2019 - 17:32 WIB
8 Fakta Miris Siswa SD Perkosa Siswi SMA hingga Hamil di Probolinggo

Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto saat memberikan keterangan pers. (Foto: iNews/Hana Purwadi)

PROBOLINGGO, iNews.id – Terungkapnya kasus persetubuhan dan pemerkosaan anak di bawah umur yang melibatkan siswa sekolah dasar (SD) sebagai pelaku mengejutkan publik. Pelaku memaksa korban yang jauh lebih tua darinya untuk berhubungan intim layaknya suami istri. Bukan hanya sekali, perbuatan asusila itu dilakukan berkali-kali hingga korban hamil dan melahirkan bayi.

Kejadian yang mengejutkan publik dan viral di media sosial (medsos) ini terjadi di Kelurahan Randu Merak, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur (Jatim). Pelaku utama yakni siswa kelas VI SD berinisial MWZ (13) dan rekannya pelajar SMP insial MMH (18), sedangkan korban siswi kelas XII atau 3 SMA berinisial AZ (18).

Atas perbuatan tak senonoh kedua pelaku, korban pun hamil dan melahirkan bayi prematur pada 2 April 2019. Tante korban yang tak terima kehamilan ZA membawa kasus itu ke ranah hukum hingga terkuaklah jika pelaku merupakan anak kandungnya yakni MWZ.

BACA JUGA: Kecanduan Film Porno, Bocah SD Perkosa Siswi SMA hingga Hamil

Berikut sejumlah fakta yang dirangkum iNews atas kasus pemerkosaan siswi SMA hingga hamil dengan pelaku siswa SD di Probolinggo, Jatim.

1. Pelaku dan Korban Masih Terikat Saudara

Pelaku MWZ (13) siswa kelas VI SD dan korban AZ (18) siswi kelas III SMA masih memiliki hubungan saudara. Korban yang lebih tua merupakan adik sepupu dari pelaku karena kedua orangtua mereka bersaudara kandung.

2. Gara-Gara Kecanduan Film Porno

Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto mengatakan, pelaku MWS kerap menonton film porno hingga kecanduan. Hal ini ditengarai menjadi pemicu dia nekat untuk berbuat tak senonoh dengan saudara sepupunya. Pelaku bahkan terang-terangan mengajak korban untuk berbuat mesum saat rumah sepi, namun ditolak.

Editor : Donald Karouw

Halaman : 1 2