Ada Pergerakan Sesar Kendeng, BMKG Tambah 13 Titik Seismograf di Jatim

Ihya' Ulumuddin ยท Senin, 02 September 2019 - 23:00 WIB
Ada Pergerakan Sesar Kendeng, BMKG Tambah 13 Titik Seismograf di Jatim

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa melihat sensor gempa yang dipasang BMKG mengantisipasi gempa bumi. (Foto: iNews.id/Ihya' Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan menambah sensor gempa (seismograf) di 13 titik di Jawa Timur. Tambahan sensor ini menyusul potensi gempa di Jawa Timur yang cukup tinggi.

Kepala BMKG Kelas 1 Juanda, Bambang Hargiyono mengatakan, ada bukti pergerakan sesar Kendeng, sehingga menyebabkan pergeseran lapisan tanah sampai dua meteran.

Fakta ini kata Bambang berdasarkan Penelitian Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Sesar Kendeng tersebut membentang mulai Rembang, Jawa Tengah hingga Surabaya. Di Surabaya, sesar Kendeng tersebut meliputi sesar Waru dan sesar Surabaya.

“Jadi penambahan seismograf ini bukan tanpa alasan. Mungkin untuk antisipasi, untuk analisis itu supaya lebih baik, dan datanya lebih akurat," kata Bambang seusai bertemu dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (2/9/2019).

BACA JUGA: 2020, BMKG Tambah Sensor Pendeteksi Gempa di Kalimantan Menjadi 40 Titik

Kasie Observasi dan Informasi Stasiun BMKG Tretes, Kabupaten Pasuruan, Suwarto menambahkan, 13 seismograf itu akan disebar di sepanjang jalur Sesar Kendeng. Antara lain Bojonegoro ada dua,  Sidoarjo, Tuban, Pasuruan, Lumajang, Jember, Kediri, dan Bangkalan Madura.

“Jadi ketika nanti ada aktivitas kegempaan alat jadi sensitif lebih tepat lagi untuk analisa,” katanya.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, kesiapsiagaan terhadap bencana seperti gempa harus terus dipantau, sehingga masyarakat khawatir.

Karena itu, alat deteksi dan penelitian sangat berguna untuk mengambil kebijakan ke depan.

“Penelitian dari Universitas Gajah Mada (UGM) memang ada dorongan tanah dari bawah yang teridentifikasi. Ini untuk warning kita bersama bisa siap siaga,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki