Ahmad Dhani Dicekal ke Luar Negeri Setelah Jadi Tersangka

Antara, Ihya' Ulumuddin ยท Sabtu, 20 Oktober 2018 - 18:35 WIB
Ahmad Dhani Dicekal ke Luar Negeri Setelah Jadi Tersangka

Musisi Ahmad Dhani saat berada di Hotel Elmi Surabaya, Jatim. (Foto: iNews.id/Rahmat Ilyasan)

JAKARTA, iNews.id – Musisi Ahmad Dhani dicekal keluar negeri menyusul statusnya sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencemaran nama baik. Polda Jawa Timur (Jatim) sudah mengirimkan status cegah tangkal pada politisi Partai Gerindra itu ke Imigrasi setempat. 

“Sudah diajukan oleh Polda Jatim ke Kanwil (Kantor Wilayah) Imigrasi Surabaya,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Jakarta, Sabtu (20/10/2018).

Ahmad Dhani ditetetapkan sebagai tersangka dalam kasus pencemaran nama baik terkait video viral dirinya yang menyebut massa peserta aksi yang kontra dengan #2019GantiPresiden sebagai "idiot". Polda Jatim sebelumnya mengatakan tidak akan mencekal pentolan Dewa 19 terkait penetapan tersangka kasus pencemaran nama baik. Korps berbaju coklat ini masih memberi kesempatan Dhani untuk datang memenuhi panggilan penyidik.

“Tidak ada pencekalan. Kalau hari ini dia tidak hadir, akan kami agendakan pemanggilan lagi,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, Kamis (18/10/2018).

BACA JUGA:

Ahmad Dhani Resmi Jadi Tersangka Pencemaran Nama Baik

Penyidik Cyber Crime Polda Jatim Ancam Jemput Paksa Musisi Ahmad Dhani

Penyidik Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim juga memberikan batas waktu hingga Selasa, 23 Oktober 2018 mendatang, bagi musisi Ahmad Dhani untuk datang memenuhi panggilan. Bila tidak datang juga, maka politisi Partai Gerindra itu akan dijemput paksa. Sikap tegas polisi ini dilakukan karena Ahmad Dhani mangkir pada pemanggilan kedua, Kamis (18/10/2018) lalu. Apalagi, tidak ada alasan jelas atas ketidakhadiran pentolan band Dewa 19 itu.

Polda Jatim menetapkan Ahmad Dhani sebagai tersangka atas dugaan pencemaran nama baik, Kamis (18/10/2018). Dia dilaporkan oleh Ketua Koalisi Elemen Bela (KEB) NKRI Edi Firmanto, salah satu elemen massa penolak Deklarasi #2019GantiPresiden.

Dalam laporannya, Edi Firmanto menyebutkan, Dhani telah melakukan ujaran kebencian dengan melontarkan kata-kata kurang pantas terhadap massa demonstran saat di Hotel Majapahit, Jalan Tunjungan, Surabaya, Minggu, 26 Agustus 2018. Ucapan Dhani itu direkam dan diunggah ke media sosial.

Pada 26 Agustus lalu, Dhani dan sejumlah aktivis pendukung #2019GantiPresiden lainnya batal menggelar Deklarasi #2019GantiPresiden di Surabaya karena tidak diizinkan oleh polisi. Polisi beralasan acara tersebut dikhawatirkan memicu bentrok antara massa pro dan kontra deklarasi itu.


Editor : Maria Christina