Akibat Cuaca Panas, Ratusan Burung Liar Serbu Bandara Juanda

Ihya' Ulumuddin, Pramono Putra ยท Senin, 28 Oktober 2019 - 14:25 WIB
Akibat Cuaca Panas, Ratusan Burung Liar Serbu Bandara Juanda

Ratusan burung liar menyerbu bandara Junda. Burung-burung itu hinggap di sekitar kolam penampungan air bandara dan menganggu aktivitas penerbangan. (Foto: iNews/Pramono Putra).

SIDOARJO, iNews.id - Terminal Bandara Internasional Juanda diserbu ratusan burung liar. Sejak beberapa hari terakhir, jumlah burung liar yang datang bahkan terus bertambah. Burung-burung itu hinggap di rerumputan serta berkumpul di sekitar kolam penampungan air di area landasan pacu pesawat.

Pantauan iNews di lapangan, ratusan burung yang menyerbu bandara adalah jenis burung sawah. Di antaranya adalah Burung Belibis dan Kuntul. Burung-burung itu terbang menghampiri kolam air, lalu hinggap di rerumputan landasan pacu.

Humas PT Angkasa Pura I, Yuristo mengatakan, banyaknya burung di sekitar bandara dipicu karena kondisi cuaca panas. Burung-burung itu meninggalkan habitatnya di area persawahan untuk mencari sumber air.

BACA JUGA: Penumpang Tiba-tiba Kesurupan di Terminal 1 Bandara Juanda Surabaya

"Biasanya memang ada (burung datang). Tetapi sekarang tambah banyak. Jenisnya beragam, tetapi paling banyak Burung Belibis. Fenomena ini terjadi karena cuacanya cukup panas," kata Yuristo kepada wartawan di Bandara Juanda Surabaya di Kabupaten Sidoarjo, Jatim, Senin (28/10/2019).

Mengantisipasi gangguan burung tersebut, pihaknya telah menyiagakan tim pengusir burung (bird strike). Setiap tiga jam sekali, tim ini melakukan patroli. Mengusir burung-burung tersebut dari area bandara.

"Keberadaan burung ini jelas membahayakan. Karena itu, kami lakukan patroli. Kami menggunakan suara untuk mengusir burung-burung itu," katanya.

BACA JUGA: Perbaikan Runway Selesai, Bandara Juanda Surabaya Kembali Dibuka

Sejauh ini, lanjut Yuristo, belum ada gangguan penerbangan terkait keberadaan burung-burung tersebut. Kendati demikian, pihaknya terus melakukan upaya antisipatif.

"Memang belum sampai ada gangguan engine. Sebab, hanya hinggap di sekitar kolam dan rerumputan. Tetapi ini tetap membahayakan," katanya.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda, cuaca panas diprediksi akan berlagsung hingga akhir Oktober mendatang.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal