Aktivitas Vulkanik Gunung Semeru Meningkat, PVMBG: Status Masih Waspada

Antara ยท Selasa, 13 Agustus 2019 - 00:37 WIB
Aktivitas Vulkanik Gunung Semeru Meningkat, PVMBG: Status Masih Waspada

Puncak Gunung Semeru diselimuti es tipis pada pertengahan Juli 21019 lalu. (Foto: iNews.id/Cucuk DOnartono)

LUMAJANG, iNews.idGunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur mengalami kenaikan aktivitas vulkanik berupa kegempaan letusan, embusan, tremor dan tektonik.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan peningkatan aktivitas gunung tersebut teramati pada periode pengamatan Minggu (11/8/2019) pada pukul 00.00 hingga 24.00 WIB.

“Berdasarkan laporan yang kami terima dari Pos Pengamatan Gunung Api Semeru di Gunung Sawur tercatat kegempaan letusan sebanyak 15 kali dengan amplitudo 10-22 mm dengan durasi 55-130 detik," kata Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG Hendra Gunawan, Senin (12/8/2019).

Selain itu, lanjut dia, gunung yang memiliki ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut (dpl) itu memunculkan kegempaan hembusan sebanyak 9 kali dengan amplitudo 2-9 mm berdurasi 25-150 detik. Kemudian gempa tremor harmonik sebanyak satu kali dengan amplitudo 1 mm durasi 200 detik, dan satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 5 mm berdurasi 55 detik.

"Cuaca cerah, mendung, dan hujan, kemudian angin bertiup lemah ke arah utara, timur, selatan, dan barat. Suhu udara 23-26 derajat celsius dan kelembaban udara 0-0 persen, serta tekanan udara 0-0 mmHg," tuturnya.

BACA JUGA: Status Gunung Slamet Waspada dan Potensi Erupsi, Ini Rekomendasi PVMBG

Secara visual Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang tersebut tertutup kabut dan asap kawah nihil, serta hujan terjadi satu kali gerimis.

Hendra menjelaskan, aktivitas Gunung Semeru masih tetap pada level II atau Waspada, sehingga masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas di dalam radius 1 km dan wilayah sejauh 4 km di sektor lereng selatan-tenggara kawah aktif yang merupakan wilayah bukaan kawah aktif Gunung Semeru (Jongring Seloko) sebagai alur luncuran awan panas.

"PVMBG juga memberikan rekomendasi kepada warga dan pendaki Gunung Semeru agar mewaspadai gugurnya kubah lava di Kawah Jonggring Seloko, sehingga diimbau mematuhi batas aman yang direkomendasikan," katanya.

Sementara itu data di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) tercatat jumlah pendaki yang naik ke Gunung Semeru pada Agustus 2019 mengalami peningkatan menjelang peringatan Hari Kemerdekaan, bahkan kuota pendaki penuh sejak Rabu (14/8/2019) hingga Sabtu (17/8/2019).

Kuota pendaki untuk naik ke gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut dibatasi maksimal 600 orang per hari, sehingga pendaki yang ingin mengikuti upacara bendera di sejumlah titik jalur pendakian Semeru sudah harus mendaftar melalui dalam jaringan (daring) jauh-jauh hari.

Pihak Balai Besar TNBTS membatasi jalur pendakian gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut sampai Kalimati sesuai rekomendasi PVMBG, sehingga pendaki dilarang keras untuk nekat ke puncak Semeru (Mahameru) karena berbahaya.

Sebelumnya, pada pertenghan Juli 2019, kawasan lereng Gunung Semeru dilanda cuaca ekstrem berupa suhu dingin hingga minus 2 derajat Celcius. Kondisi itu membuat warga Lumajang dilanda kedinginan.


Editor : Kastolani Marzuki