Anak 14 Tahun Bobol 11 Rumah di Banyuwangi, Gondol Perhiasan Senilai Ratusan Juta Rupiah

Eris Utomo ยท Selasa, 03 Desember 2019 - 13:17 WIB
Anak 14 Tahun Bobol 11 Rumah di Banyuwangi, Gondol Perhiasan Senilai Ratusan Juta Rupiah

Kapolresta Banyuwangi AKBP Arman Asrama memaparkan kasus pencurian yang dilakukan anak berusia 14 tahun di Mapolresta Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (3/12/2019). (Foto: iNews/Eris Utomo)

BANYUWANGI, iNews.id – Petugas Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim), berhasil mengungkap kasus pencurian barang berharga di kawasan Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Selasa (3/12/2019) pagi. Pelakunya ternyata anak berusia 14 tahun, berinisial MPA.

Meski masih di bawah umur, pelaku telah punya banyak pengalaman. Dari pengakuan kepada polisi, siswa kelas 2 SMP ini sudah melakukan pencurian di 11 rumah selama enam bulan terakhir.

Dalam aksinya, MPA selalu menyatroni rumah kosong yang ditinggal pemiliknya bekerja dengan cara membobol jendela dan pintu pada siang hari. MPA biasanya menggondol barang yang mudah dibawa dan dijual, seperti uang, perhiasan, telepon seluler (ponsel), dan barang berharga lainnya. Nilai barang-barang yang berhasil digondolnya mencapai ratusan juta rupiah.

 

BACA JUGA:

Terekam CCTV, Bule Cantik Jerman Ini Ngutil Barang di Ubud Bali

79 Pelaku Pencurian Ditangkap dalam 11 Bulan Terakhir, Sebagian Pengguna Narkoba

 

Kapolresta Banyuwangi AKBP Arman Asmara menjelaskan, aksinya terbongkar setelah salah satu korban yang mengenali wajah pelaku dari CCTV yang dipasang di atas pintu rumahnya di Kecamatan Muncar. Korban langsung melaporkan kejadian itu kepada aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Muncar.

“Kasus ini diungkap pada 26 November lalu di Kecamatan Muncar karena pemilik rumah mengetahui pelaku dari rekaman CCTV. Pelaku masuk ke rumah kosong yang ditinggal kerja pemiliknya, lalu masuk ke kamar dan mengambil perhiasan,” ujar Arman di Mapolresta Banyuwangi, Selasa (3/12/2019).

Petugas Polsek Muncar kemudian mengamankan MPA. Dari pemeriksaan, MPA mengakui perbuatannya. Bahkan, tersangka mengaku telah membobol sebelas rumah pada enam bulan terakhir dengan membawa kabur perhiasan dan barang berharga lainnya yang ditaksir bernilai ratusan juta rupiah.

“Tersangka mengakui sudah beraksi di 11 TKP, sementara baru dua TKP yang kami tangani,” katanya.

Selain menangkap MPA, polisi juga mengamankan barang bukti berupa perhiasan emas berupa kalung, gelang, dan cincin. Polisi juga menyita barang bukti ponsel dan jam tangan.

Tersangka mengakui, sejumlah perhiasan dan barang berharga hasil kejahatannya tersebut telah dijual. Hasilnya digunakan untuk bersenang senang bersama teman-temannya.

Arman mengatakan, MPA kini mendekam di sel tahanan Polresta Banyuwangi. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, MPA dijerat Pasal 363 ayat 1 KUHP dan Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak.


Editor : Maria Christina