Anak Bacok Ibu di Blitar, Polisi: Pelaku Alami Gangguan Jiwa

Roby Ridwan ยท Selasa, 17 September 2019 - 08:45 WIB
Anak Bacok Ibu di Blitar, Polisi: Pelaku Alami Gangguan Jiwa

Polisi mengamankan tersangka Heri Susilo warga Blitar yang diduga telah menganiaya ibu kandungnya hingga kritis. (Foto: iNews/Roby Ridwan).

BLITAR, iNews.id - Polisi menyatakan tersangka pembacok ibu kandung di Kabupaten Blitar, Jawa Timur (Jatim), mengalami gangguan jiwa. Pelaku rencananya akan dikirim ke Rumah Sakit Jiwa Lawang di Kabupaten Malang.

Kapolsek Ponggok, Iptu Soni Suhartanto mengatakan, pelaku atas nama Heri Susilo (36) dinyatakan mengalami gangguan jiwa setelah melalui serangkaian tes dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Blitar.

"Rencananya, kami akan membawa tersangka ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang di Malang," kata Soni kepada wartawan di Kabupaten Blitar, Jatim, Selasa (17/9/2019).

BACA JUGA: Bacok Ibu Kandung hingga Terluka Parah, Pria di Blitar Diusir Warga

Kepolisian akan berkoordinasi dengan dinas sosial (dinsos), dinkes dan perangkat desa untuk membawa tersangka ke RSJ tersebut. Proses hukum tidak bisa dijerat ke pelaku lantaran gangguan kejiwaan tersebut.

Pantauan iNews, Heri memang sesekali tampak linglung. Bahkan, saat pemeriksaan petugas, dia kerap berbicara melantur, dan bersikap seolah-olah dirinya anggota kepolisian yang sedang bertugas.

Polisi mengamankan tersangka Heri Susilo warga Blitar yang diduga telah menganiaya ibu kandungnya hingga kritis. (Foto: iNews/Roby Ridwan).

"Memang hasil pemeriksaan dari dinkes memastikan pelaku menderita ODGJ (gangguan jiwa)," ujarnya.

BACA JUGA: Pembunuhan Balita Kembar di Kupang, Pelakunya Ibu Kandung Korban

Sementara itu, korban Saiin (55) hingga kini belum sadarkan diri. Dia masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Mardi Waluyo. Ibu pelaku memang dikabarkan terluka parah akibat luka bacokan senjata tajam.

Sebelumnya, Pelaku Heri diketahui cekcok dengan ibu kandungnya, Saiin. Dia pun membacok korban dengan sabit pemotong kelapa di bagian wajah, perut, kaki dan tangan hingga korban kritis.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal