Antisipasi Gerakan People Power 22 Mei, Pemkot Surabaya Liburkan Sekolah

Ihya' Ulumuddin ยท Selasa, 21 Mei 2019 - 15:46 WIB
Antisipasi Gerakan People Power 22 Mei, Pemkot Surabaya Liburkan Sekolah

Ilustrasi aktivitas belajar mengajar di sekolah. (Foto: Koran SINDO)

SURABAYA, iNews.id – Pemkot Surabaya meliburkan sekolah dari aktivitas belajar mengajar pada Rabu (22/5/2019). Keputusan ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Dinas Pendidikan Kota Surabaya Nomor 421/5908/436.7.1/2019, tertanggal 20 Mei.

Isi surat edaran ini ditujukan kepada seluruh lembaga pendidikan di bawah naungan Dinas Pendidikan Kota Surabaya, meliputi TK, SD, dan SMP, baik negeri maupun swasta.

Kabag Humas Pemkot Surabaya M Fikser mengatakan, keputusan libur ini dilakukan menyusul kondisi politik dalam negeri yang memanas. Khususnya dengan adanya indikasi gerakan 22 Mei atau people power.

“Jadi ini bagian dari antisipasi dengan melihat situasi politik yang berkembangan pada 22 Mei," katanya, Selasa (21/5/2019).

BACA JUGA: PWNU Jatim Sebut People Power 22 Mei Haram

Fikser menjelaskan, keputusan libur sekolah ini merupakan instruksi langsung Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Hal itu didasarkan pada pertimbangan agar petugas keamanan di Kota Surabaya bisa lebih fokus menjaga keamanan di beberapa titik.

“Ini instruksi Ibu Wali. Biar konsentrasi petugas tidak melebar kemana-mana. Maka anak-anak diliburkan sehari dulu,” ucapnya.

Fikser mengatakan, pihak Dinas Pendidikan telah mengirim surat edaran kepada seluruh sekolah di Surabaya sejak Senin (20/5/2019). Surat itu kemudian diteruskan kepada seluruh wali murid di tiap-tiap sekolahan.

"Kami berharap surat edaran sudah sampai di seluruh sekolah. Dari pihak sekolah sendiri menyampaikan kepada wali murid,” katanya.

Fikser memastikan libur sehari tidak akan menganggu proses berlajar siswa. Sebab, mereka baru saja selesai mengikuti ujian akhir semester.

“Tetap diberikan tugas dari sekolah untuk belajar di rumah pada 22 Mei.  Selain itu, anak-anak diharapkan bisa bersama dengan orang tua pada tanggal tersebut,” katanya.


Editor : Donald Karouw