Banjir Rendam Ratusan Rumah di 2 Kecamatan di Jombang

Mukhtar Bagus ยท Selasa, 09 April 2019 - 09:52 WIB
Banjir Rendam Ratusan Rumah di 2 Kecamatan di Jombang

Warga bertahan di rumah meskipun banjir meredan rumahnya di Desa Kademangan, Kabupaten Jombang, Jatim, Selasa (9/4/2019). (Foto: iNews/Mukhtar Bagus)

JOMBANG, iNews.id – Banjir merendam ratusan rumah warga di dua kecamatan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur (Jatim), Selasa pagi (9/4/2019). Bencana tersebut terjadi setelah hujan deras selama dua jam dan membuat sungai di daerah setempat meluap.

Di Kecamatan Mojoagung, banjir merendam rumah-rumah warga di Desa Kademangan dan Desa Sanan Timur. Sementara di Kecamatan Mojoagung, banjir merendam puluhan rumah di Desa Betek dan Desa Karobelah.

Dari pantauan iNews, ketinggian banjir yang menggenangi ratusan rumah warga bervariasi, dari 1 hingga 1,5 meter. Sejumlah barang berharga milik warga mengapung di dalam rumah. Akibat musibah ini, aktivitas belajar di sebuah sekolah dasar terpaksa diliburkan dan ujian ditunda.


BACA JUGA:

Tinjau Banjir di Dayeuhkolot, Ridwan Kamil Dilabrak Warga

37.731 Jiwa Jadi Korban Banjir Luapan Sungai Citarum di Bandung


Warga mengaku banjir terjadi dengan cepat, setelah hujan deras sejak pukul 02.00 WIB. Saat kejadian, warga masih tertidur lelap. Warga pun kaget ketika air sudah menggenangi permukiman mereka.

“Banjirnya sudah sejak jam 3 dini hari tadi, setelah hujan deras. Penyebabnya karena sungai meluap. Banjir ini tiap tahun terjadi, ini sudah kedua kalinya tahun ini,” kata warga Desa Kademangan, Agus.

Sebagian warga bergegas mengungsi ke tempat yang lebih aman karena tidak memungkinkan lagi tinggal di rumah. Di Desa Kademangan, banyak warga yang memilih mengungsi ke kantor desa. Sementara sebagian warga yang lain memilih bertahan di dalam rumah untuk menjaga dan menyelamatkan barang-barang berharganya.

Warga setempat berharap banjir segera surut sehingga bisa kembali beraktivitas. Sementara itu, saat ini, Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih mendata dampak banjir tersebut.


Editor : Maria Christina