Banyak Bencana, PWNU Jatim Gelar Istigasah Kubro di Puncak HSN 2018

Ihya' Ulumuddin ยท Kamis, 11 Oktober 2018 - 19:44 WIB
Banyak Bencana, PWNU Jatim Gelar Istigasah Kubro di Puncak HSN 2018

Pengurus PWNU Jatim menyampaikan keterangan pers tentang acara Istigasah Kubro di kantor PWNU, Kamis (11/10/2018). (Foto: iNews.id/Ihya' Ulumuddin)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

SURABAYA, iNews.id - Puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) pada 21 Oktober akan diisi dengan Istigasah Kubro. Agenda ini sengaja dipilih menyusul berbagai musibah di negeri ini. Dari mulai gempa di Lombok, gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, serta gempa terbaru di Sumenep dan Situbondo Jawa Timur. 

"Beberapa waktu lalu sejumlah kiai sepuh berkumpul di Surabaya. Membahas berbagai persoalan bangsa. Dari situlah kami diperintahkan menggelar Istigasah Kubro. Berdoa untuk keselamatan bangsa," kata Katib Syuriyah PWNU Jawa Timur KH Syafruddin Syarif, Kamis (11/10/2018).

Syafrudin menjelaskan, ada berbagai kegelisahan yang dirasakan oleh para ulama sepuh terkait kondisi bangsa saat ini. Dari mulai bencana, perang ideologi hingga perpecahan antarkelompok. Ini perlu upaya spiritual untuk penyelamatan. 

"Maka perlu digelar istigasah untuk memohon keselamatan pada Allah. Jika tidak dilakukan, 2019 Indonesia akan tenggelam. Kita berkeyakinan tidak akan mampu mengubah takdir kecuali dengan doa. Apalagi menurut para ilmuan cincin api di bawah kita sedang bergerak," katanya.

BACA JUGA: 

210 Rumah Rusak di Sapudi akibat Gempa

Masa Tanggap Darurat Bencana Sulawesi Tengah Diperpanjang 14 Hari

Sore Ini, Evakuasi Korban Gempa dan Tsunami Sulteng Diakhiri


Ketua Panitia HSN 2018, Reza Ahmad Zahid (Gus Reza) mengatakan, Istigasah Kubro pada 21 Oktober nanti akan digelar di Gor Delta Sidoarjo. Selain karena representatif, tahun lalu stadion milik Sidoarjo ini juga digunakan untuk acara yang sama. 

"Pada istigasah kali ini kami mengangkat tema Istigasah untuk keselamatan dan Persatuan Bangsa," katanya.  

Gus Reza menambahkan, tema tersebut sengaja dipilih karena banyaknya bencana yang melanda Indonesia, secara beruntun akhir-akhir ini. "Berawal dari keprihatinan terhadap musibah yang bertubi-tubi di negeri ini," ungkapnya. 

Sedangkan tema Persatuan Bangsa dipilih menyusul keprihatinan atas berita-berita yang hadir tanpa dasar, atau disebut dengan hoax yang dapat memecah belah Bangsa. "Mereka (para kiai) resah," katanya. 

Gus Reza mengatakan, pada istigasah kubro nanti akan diikuti 1 juta santri dan kiai. Di luar itu juga ada masyarakat umum. Massa ini berasal dari para santri se-Jatim, masyarakat umum, para kyai, pejabat dan seluruh elemen masyarakat lainnya.

Sebagai rangkaian acara, Istigasah Kubro akan diawali dengan Kirab Santri. Mereka akan berjalan kaki dari alun-alun Sidoarjo menuju Gor. "Rencananya Presiden Jokowi akan hadir membuka acara. Beliau akan memimpin kirab mukai pukul 05.30 WIB, dari alun alun menuju GOR Delta Sidoarjo. Tepat jam 07.00 WIB Istigasah dimulai, dan diperkirakan pukul 10.00 WIB selesai,” ucapnya.


Editor : Himas Puspito Putra