Banyak Kejanggalan, Kejati Jatim Pastikan Ada Tersangka dalam Kasus YKP

Ihya' Ulumuddin · Senin, 24 Juni 2019 - 16:38 WIB
Banyak Kejanggalan, Kejati Jatim Pastikan Ada Tersangka dalam Kasus YKP

Aspidsus Kejati Jatim, Didik Farkhan saat memberikan keterangan kepada awak media terkait kelanjutan kasus YKP. (Foto: iNews.id/Ihya' Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur memastikan akan ada tersangka dalam kasus dugaan korupsi Yayasan Kas Pembangunan (YKP) Kota Surabaya. 

Kejati menyebut, ada kerugian negara dalam jumlah besar atas  pengelolaan asat milik Pemkot Surabaya itu.  

"Insyaallah lah.  Nanti, pasti ada (tersangka). Tunggulah. YKP ini kasus yang luar biasa. Melibatkan banyak pengurus. Asetnya juga banyak," kata Aspidsus Kejati Jatim, Didik Farkhan, Senin (24/6/2019). 

Kepastian ada calon tersangka dalam kasus itu disampaikan karena penyidik Kejati Jatim menemukan banyak kejanggalan dalam pengelolaan aset tersebut. Kejanggalan tersebut antara lain pergantian pengurus yang mendadak dan di luar ketentuan, serta tidak adanya setoran (deviden) kepada Pemkot Surabaya.  

"Pengurus YKP ini mestinya ex officio ketua fraksi. Namun, tanpa sebab jelas, (kepengurusan) ini berganti kepada Pak Menthik (Direktur PT YeKaPe) saat ini. Jadi memang ada kejanggalan di kepengurusan terakhir itu," katanya. 

BACA JUGA: 2 Jam Diperiksa Kejati, Risma Berharap Aset YKP Bisa Kembali ke Pemkot Surabaya

Lalu, siapa calon tersangka dalam kasus dugaan korupsi ini? Didik enggan menyebutkan. Dia hanya memastikan bahwa, yang bersangkutan tidak akan lari. "Amanlah, sebab, orangnya sudah kita cekal. Jadi tidak akan mungkin bisa lari," katanya. 

Tak hanya itu, mantan kepala Kejaksaan Negeri Surabaya ini juga meyakini bahwa tidak akan ada aset maupun kekayaan negara yang bisa dibawa lari. Sebab,  seluruh rekening YKP telah diblokir. “Semua telah kami blokir, sehingga tidak akan mungkin dihilangkan atau dibawa lari,” ujarnya. 

Untuk mendalami kasus ini, Kejati Jatim, kata Didik juga telah melibatkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). “Kami sudah berkoordinasi. Alhamdulillah BPK siap untuk membantu," katanya. 

Diketahui, Kejati Jatim mengendus adanya dugaan korupsi dal tubuh PT YeKaPe (dahulu YKP). Beberapa waktu lalu, Kejati Jatim juga telah menggeledah kantor YKP di kompleks Pemkot Surabaya. 

Seluruh pengurus YKP telah diperiksa, termasuk Walikota Surabaya Tri Rismaharini dan Ketua DPRD Kota Surabaya, Armuji.

 


Editor : Kastolani Marzuki